Warga Desa Maju Jaya Aktif Bergotong-Royong

0
278

Sumateranews.co.id, PALI- Desa Maju Jaya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukak Abab Lematang Ilir (PALI), meskipun baru saja terbentuk beberapa waktu lalu, namun desa ini sudah menunjukkan keaktivannya dalam bermasyarakat. Hal ini terlihat ketika kepala desa dan warganya beramai-ramai melakukan gotong-royong merenovasi dan membersihkan kantor desa, Minggu (25/03).

Meskipun belum permanen, seperti kantor desa lain, namun kantor yang terbuat dari bahan kayu itu bakal diaktifkan fungsinya sebagaimana mestinya. Hal itu dilakukan selain untuk meningkatkan dan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat dalam berurusan, juga berupaya untuk berbenah administrasi di desa.

“Rencana kantor desa ini akan diaktifkan kembali, yang pertama untuk mempermudah warga berurusan, dan yang kedua saya selaku Kepala Desa sebagai fasilitator dalam hal memfasilitasi atau melengkapi kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Semaksimal mungkin kami berupaya untuk berbenah,” jelas Dedi Prayoga, Kades Desa Maju Jaya, Selasa (27/03).

Dedi berharap dengan diaktivkannya kantor desa ini akan memperlancar segala urusan warga dalam segala hal. Karena menurutnya tugas seorang pemimpin bisa memberikan kesan yang positif kepada warganya, kenapa terciptanya suatu kondisi yang harmonis antara kepala desa dengan masyarakat akan timbul sendirinya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi terhadap program desa.

“Kita selaku pemimpin dituntut semaksimal mungkin dalam pelaksanaan pembangunan dan harus bisa memberikan kepuasan serta pelayanan yang baik bagi masyarakat desa. Dengan adanya kewenangan yang dimiliki sebagai pimpinan pemerintahan di desa, kita tidak hanya sekedar memfasilitasi masyarakat dengan pembangunan fisik tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual,” ungkap Dedi.

Sementara warga setempat Rudi (45) mengaku sangat senang dilibatkan oleh pemerintah desa untuk bergotong- royong merenovasi kantor desa dan menyambut baik atas aktifnya kembali kantor desa itu. Selain itu menurut mereka, budaya gotong-royong di desa yang terdiri dari empat dusun dan dihuni oleh 400 kepala keluarga ini masih sangat kental dan terus dijaga hingga kini tetap kompak.

“Budaya gotong-royong di desa kami merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat di desa ini dan hal itu sangat melekat pada masyarakat. Mulai kerja bakti dan beberapa kegiatan lainnya yang ada di desa ini sehingga pekerjaan berat menjadi ringan, apalagi untuk mengaktifkan kantor desa, kami sangat semangat dan merasa senang,” ungkap salah satu warga.

Laporan          : Rica Mariska

Editor/Posting : Imam Ghazali