Warga Desa Bakung Demo Tolak Ada Galian C

0
599

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR- Dianggap akan menimbulkan dampak negatif, warga Desa Bakung Dusun II Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir melakukan demo menolak dilakukannya galian C di desa mereka.

Ustadz Kyai M. Qusyairi Abror, SiF atas nama warga menolak keras adanya galian tanah oleh salah satu perusahaan untuk kepentingan penimbun jalan, karena berakibat terjadi kolam besar dan membahayakan anak di kolam galian tersebut, Selasa (3/4).

Lebih lanjut dikatakannya, pihak pemerintahan desa tidak pernah melakukan koordinasi terkait galian tanah kepada warga sedangkan warga sudah sangat khawatir terjadi musibah.

“Terungkap pula dalam tuntutan warga Desa Bakung Dusun Dua bahwa mereka juga menolak dilakukan pelebaran lima meter jalan yang sekarang dilalui angkutan batu bara melintasi desa mereka. Oleh karena itu warga Desa Bakung Dusun Dua hari ini melakukan demo turun ke jalan,” ujar Qusyairi Abror.

Terkait tuntutan warga Desa Bakung Dusun Dua ini, Kepala Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir, Fhadli Hadi, mengutarakan apa yang disampaikan oleh yang mengatasnamakan warga sama sekali tidak benar.

“Segala kegiatan penimbunan jalan sudah menjadi hak perusahaan dalam hal ini salah satu perusahaan PT. Niza Matra Powerindo, mereka yang memiliki lahan, mereka memiliki kepentingan akan lancarnya transportasi tentunya ketika melihat ada jalan yang rusak perlu diperbaiki,” terangnya.

Pantauan di lapangan aksi demo warga Desa Bakung Dusun Dua ini dikawal ketat oleh pihak Kepolisian dari Polsek Indralaya dipimpin Kapolsek AKP Bambang Julianto, SH.

“Karena mediasi tidak menemui penyelesaian, maka Kapolsek Indralaya Polres Ogan Ilir, akan menindaklanjutinya ke tingkat pimpinan, dan menyatakan status quo dalam artian menyetop semua kegiatan galian tanah yang menjadi tuntutan warga,” tegas Kapolsek Indralaya.

Terkait penolakan warga terhadap pelebaran jalan, Kades Fadhli Hadi menjelaskan, keputusan pelebaran jalan merupakan murni dari warga desa dan warga ponpes yang tidak setuju dengan adanya galian C Dusun 2 Desa Bakung seluas 3 hektar,  penolakan pelebaran jalan Dusun 2 sampai simpang Patra Tani sepanjang 6 km.

Karena bagi masyarakat banyak mudoratnya untuk masyarakat oleh karena itu masyarakat tolak pelebaran jalan dan galian C ini.

Sementara, Pengasuh Ponpes Syafa’atut Thulab Patra Tani Bakung Ky M Qusyairi Abror mengatakan aspirasi masyarakat melalui kita, kalau diagendakan jangan berlarut-larut.

“Undang juga masyarakat Talang Taling Muara Enim, alat berat dan pelebaran jalan, galian harus total berhenti. Izin tidak terima, dan ini harus dihentikan galian C ini,” tandasnya.

Laporan          : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting : Imam Ghazali