Warga China Dominasi Tenaga Kerja WNA di Muara Enim

175

Sumateranews.co.id, MUARA ENIM- WNA asal China mendominasi tenaga kerja di Kabupaten Muara Enim saat ini. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang dilaksanakan di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Selasa (15/5/2018).

Menurut Kepala Kantor Imigrasi klas II Muara Enim Telmaizul Syatri, berdasarkan data yang ada di Kantor Imigrasi Muara Enim ada sebanyak 212 WNA yang tercatat sebagai tenaga kerja di Kabupaten Muara Enim.

Dan dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 115 WNA berwarga negara Tiongkok (China), 43 warga negara Jepang, empat orang dari India, 12 orang Pilipina serta sisanya adalah warga Vietnam dan Inggris.

Sedangkan tempat usaha atau perusahaan yang memperkerjakannya paling banyak di PT GHEMMI yakni sebanyak 48 orang yang berlokasi di Kecamatan Rambang Dangku.

Dan sebagian besar WNA yang bekerja di Muara Enim adalah pria, sedangkan untuk Tenaga Kerja Asing wanita yang bekerja di Muara Enim hanya ada enam orang yang tersebar di PT TEL, GHEMMI, Marubeni (PT MHP), dan yang lainnya.

“PT GHEMMI itu bergerak di perusahaan pembangkit listrik  yakni PLTU,” jelasnya.

Selain itu, kata Telmaizul, untuk pengawasan WNA yang dilakukan Timpora tentu sangat diperlukan, sehingga ketika ada permasalahan yang timbul terhadap WNA yang ada di Muara Enim, cepat ditanggulangi.

Sementara itu Asisten III Pemkab Muara Enim M Teguh Jaya mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, karena pengawasan terhadap orang asing tentu sangat diperlukan, apalagi belakangan ini di berbagai media, maraknya isu hoax terkait keberadaan dan aktivitas tenaga kerja asing yang meresahkan masyarakat dan membuat kesimpangsiuran informasi.

Melalui rapat Timpora ini, diharapkan Pemkab Muara Enim mendapat data yang real dan update terkait jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Muara Enim sehingga lebih mudah untuk dilakukan pengawasan.

Karena berdasarkan hasil rapat tadi ternyata masih ada ketidaksingkronan data jumlah tenaga kerja asing yang ada antarinstansi terkait.

“Contohnya, tadi Disnaker mencatat ada sebanyak 161 TKA yang ada di Muara Enim, sementara dari data Imigrasi ternyata ada 212. Nah perbedaan data ini juga yang harus disingkronkan terlebih dahulu sehingga semuanya sama-sama dapat mengawasi,” tukas Teguh.

Laporan          : Deka Saputra

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here