Wabup OKI: Jalan Tol PPKA Rampung Juli 2019, Kayuagung-Lampung Tembus 4 Jam

0
312

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Proyek Nasional Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera diyakini dapat memberikan multi efek kepada masyarakat, di antaranya mempersingkat waktu tempuh.

Seperti Pelabuhan Bakauheni-Kayuagung sepanjang 325 km ditempuh dalam waktu sekitar 9 jam melalui jalan nasional, jika melewati jalan tol nantinya waktu tempuh bisa menjadi hanya 4 jam.

Untuk memastikan pembangunan tol tepat waktu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau langsung Proyek Tol Trans Sumatera dari Bakauheni hingga Palembang.

Rini menargetkan agar pembangunan ini bisa selesai pada awal 2019, khususnya dari Bakauheni-Kayuagung hingga Palembang.

Rombongan yang datang langsung dari Bandar Lampung tersebut menyempatkan diri mampir sebentar dan disambut langsung Wakil Bupati OKI H Muhammad Rifa’i SE, Sekretaris Daerah OKI H Husin MM, FKPD OKI serta para Kepala OPD OKI di Desa Sidomulyo Kecamatan Mesuji Raya, setelah itu Menteri BUMN dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Palembang.

Wakil Bupati OKI H Muhammad Rifa’i SE mengatakan, sangat senang karena Menteri BUMN menyempatkan diri melintas di Jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA) yang pembangunannya saat ini sudah mencapai 75 persen. “Pengerjaan terus dikebut karena ditargetkan akan selesai pada Juli 2019 mendatang. Dengan adanya pembangunan Jalan Tol PPKA ini sendiri diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh Kayuagung-Lampung (Bakauheni) dari 9 jam bisa tembus hanya dalam waktu 4 jam,’’ terangnya.

Sementara itu Project Manager Tol Pematang Panggang Kayuagung (PPKA), Hartono mengatakan pengerjaan proyek Tol Trans Sumatera untuk ruas Bakauheni-Kayuagung- Palembang sudah menunjukkan perkembangan.

Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pengerjaan fisiknya sudah mencapai 86,02 %, Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sudah mencapai 73,00 %, serta ruas Palembang- Indralaya sudah mencapai 95,46 %.

“Mudah-mudahan target itu bisa tercapai, mengingat saat ini tidak ada kendala yang dapat menghambat pengerjaan tol,” terangnya.

Setelah selesai menurut Hartono akan dilakukan uji coba dan diperkirakan pada September 2019 sudah bisa digunakan.

Terkait pembebasan lahan menurut Hartono saat ini sudah mencapai 98 persen, hanya saja masih ada sedikit lahan yang masih dalam proses pembebasan yang nantinya akan digunakan sebagai rest area dan oprite over pass. “Saat ini dalam proses pembebasan mudah-mudahan September bisa selesai,” tandasnya.

Laporan          : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali