Wabup OKI Geram, di Tengah Pandemi Harga Gas LPG di Pangkalan Melebihi HET

79

OKI – Menyusul terjadinya kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kg, serta banyaknya keluhan di tengah masyarakat terhadap tingginya harga gas LPG di tingkat eceran, dan adanya beberapa pangkalan gas LPG yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), membuat Wabup OKI geram.

“Kalau ada pangkalan gas LPG menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), apalagi di tengah kesulitan masyarakat di masa pandemi ini, maka kita akan turun dan akan ditindak, melalui Pol.PP. Untuk itu tolong nanti diingatkan mengenai hal ini,” tegas Wabup OKI H Muhammad Djakfar Shodiq, saat diwawancarai awak media usai kegiatan penyerahan secara simbolis bantuan mesin perahu sebanyak 1.707 paket konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan, di ruang Bendhe Seguguk I Pemda OKI, pada Selasa (20/10/2020) kemarin.

“Kita sudah tahu di lapangan, di Air Sugihan, dimana-mana kekurangan gas,” tandasnya menambahkan.

Selanjutnya, Shodiq mengatakan, pihaknya akan menambahkan kuota sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan gas LPG.

“Untuk itu, kita sudah minta tambahan kuota untuk gas ini kemarin, bahkan sudah sampai ke pusat. Karena kuotanya itu kurang, makanya kita ajukan penambahan kuotanya. Untuk berapa banyak belum tahu, yang jelas akan ada penambahan, pengajuannya sendiri sudah setengah bulan yang lalu,” jelasnya.

Terkait kelangkaan gas LPG di pangkalan dan keluhan masyarakat terhadap harga gas LPG 3 Kg yang mencapai harga 25-30 ribu rupiah per tabung gas LPG 3 Kg khususnya di wilayah Kecamatan Kayuagung OKI, pihak Pemda OKI yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan OKI dan Sat Pol PP telah melakukan pemantauan dibeberapa pangkalan gas LPG di Kayuagung.

Dari hasil pantauan, yang disampaikan Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan OKI Guntur Rizal, bahwa Pemda OKI Bulan Agustus 2020 telah melakukan pemantauan terhadap pangkalan gas LPG 3 Kg di Kecamatan Kayuagung.

“Dimana harga gas LPG 3 Kg di pangkalan kisaran harga yang dijual kemasyarakat (rumah tangga) mencapai Rp.18.000 s.d Rp.20.000.

Selain itu masih ada pangkalan yang tidak memasang plang pangkalan di luar toko/gudang, sehingga masyarakat bamyak yang tidak memgetahui adanya penjual LPG 3 Kg. Serta Keluhan pangkalan, masih ada pihak agen yang tidak tepat waktu dalam pengiriman pasokan LPG 3 Kg,” jelas dia.

Diketahui berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor:181/KEP/V/2018 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG di sejumlah kecamatan di Bumi Bende Seguguk.

HET Gas LPG 3 kilogram di masing-masing kecamatan, yakni Sungai Menang Rp.24.450, Cengal Rp.24.150, Air Sugihan Rp.23.800, Tulung Selapan Rp.22.050, Mesuji Makmur Rp.19.950, Mesuji Raya Rp.19.450, Mesuji Induk Rp.18.900, Lempuing Rp.17.700 dan Lempuing Jaya Rp.17.200.

Kemudian di Pedamaran Timur Rp.17.050, Pangkalan Lampam Rp.17.050, Tanjung Lubuk Rp.16.500, Pampangan Rp.16.500, Pedamaran Rp.16.000, Teluk Gelam Rp.16.000, Jejawi Rp.15.850, SP Padang Rp.15.850 dan Kayuagung Rp.15.850.

Sementara dari pantauan media ini dilapangan, kelangkaan gas LPG 3 Kg telah menyebabkan antrian di tengah masyarakat yang ingin mendapatkan gas LPG di pangkalan khususnya di seputaran Kecamatan Kayuagung.

Hal itu dilakukan masyarakat karena harga gas LPG 3 Kg di pangkalan berkisar dari Rp.18.000 s.d Rp.20.000 per tabung. Sementara harga di eceran menurut beberapa warga mencapai Rp.24.000 s.d Rp.30.000 per tabung gas.

Laporan : Aliaman III Editor : Donni

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here