Viral, Sembako untuk Bantuan Warga Senilai Rp13,6 Miliar Ditemukan Tertimbun Hingga Rusak

1379
Bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara sebanyak 60.769 paket atau senilai Rp13,6 miliar, yang diberikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada warga Batu Bara yang terdampak Covid-19, ditemukan rusak.

Terungkap di Kunjungan 3 Anggota DPRD Sumut ke Posko Penyimpanan Sembako 60.769 Paket

Sumateranews.co.id, SUMUT – Penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang tidak mampu dan terdampak akibat wabah Covid 19, seharusnya dibagikan cepat dan tanggap, sesuai amanat Presiden untuk menempuh semua cara agar semua yang membutuhkan dapat menerima dan sampai ke penerima layak.

Namun sayang masih ada saja ditemukan pembagian bantuan sembako tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan malah ditemukan rusak seperti yang terjadi di kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara sebanyak 60.769 paket atau senilai Rp13,6 miliar, yang diberikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada warga Batu Bara yang terdampak Covid-19, justru disia-siakan dan ditemukan rusak.

Temuan tersebut diungkapkan oleh tiga orang Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) V. Ketiganya mendapati hal yang mencengangkan ketika sedang mengunjungi lokasi posko tempat penyimpanan bantuan sembako sebanyak 60.769 paket tersebut.

Paket sembako yang telah diterima oleh Bupati Batu Bara, di SMA Negeri 1 Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Batu Bara, pada Sabtu, (30/5/2020) lalu ditemukan dalam kondisi terlantar dan rusak.

“Kami tadi pagi melakukan inspeksi ke SMA Negeri 1 Sei Suka Batu Bara yang menjadi lokasi atau tempat penyimpanan paket sembako dari Pemprov Sumut, di tempat itu kami temukan paket sembako tersebut diletakkan terlantar begitu saja di sekolah dengan susunan yang tidak rapi,” ujar Anggota DPRD Sumut Ahmad Hadian, belum lama ini.

Menurut dia, pemerintah Batu Bara dianggap lalai dengan bantuan sembako senilai Rp13,6 miliar tersebut. Akibatnya, ada ratusan paket sembako ditemukan hancur, kemasan hancur, beras basah kena hujan, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi, mie instan pun berserakan, gula juga berserakan begitu saja dan tergenang air,” terangnya.

“Temuan ini menimbulkan kekecewaan dari kami anggota DPRD Sumut, dan kami telah menegur (Bupati) melalui Sekretaris GTPP (Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Batubara (Wahid Khuyairi) dan menegur Kepala Dinas Sosial kabupaten Batu Bara (Ishak Liza) atas perlakukan tidak profesional itu,” ungkapnya lagi.

Hadian menyebut total paket sembako senilai senilai Rp13,6 miliar dengan rincian Rp225.000 per KK dari 60.769 penerima dari bantuan Pemprov Sumut ini akan disalurkan kepada masyarakat kabupaten Batu Bara yang terkena dampak dari penyebaran covid-19, temuan ini, kata Politikus PKS tersebut akan dibawa ke Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Sumut.

Sebelumnya, pada 19 Mei 2020 Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan Bupati Batu Bara Ir Zahir Map melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19, untuk membantu membagikan 60.769 paket sembako kepada warga miskin demi mencegah krisis akibat pendemi virus corona di Batu Bara.

Namun sayang hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak termasuk Bupati Batu Bara, yang dapat ditemui untuk dimintai keterangan.

Laporan : Agungeri/Tim III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here