Viral di Medsos, Anggota DPRD Sidak Pengerjaan Jalan Tak Sesuai RAB dan Ditemukan Aspal Tipis Bahkan Dapat Dicongkel Pakai Tangan

480
Viral di Medsos, Anggota DPRD Sidak Pengerjaan Jalan Tak Sesuai RAB dan Ditemukan Aspal Tipis Bahkan Dapat Dicongkel Pakai Tangan

MUARA ENIM – Lantaran sempat viral dimedia sosial (Medsos) beberapa hari yang lalu, kembali  Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim, Ahmad Fauzi SH, melakukan inspeksi (Sidak) turun langsung ke lokasi pembangunan atau peningkatan di sejumlah titik ruas jalan yang baru saja selesai dikerjakan kontraktor menggunakan APBD 2020 Pemerintah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Sidak tersebut dilakukan guna mengecek proyek di sejumlah ruas jalan Desa Babat dan Desa Talang Beliung serta Desa Tanjung Tiga yang kesemuanya masih dalam Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, Selasa (19/1/2021).

Anggota Komisi II, Ahmad Fauzi SH dan Samudra menemukan pekerjaan jalan yang judulnya pelebaran jalan dan over ruas jalan Desa Babat dan Talang Beliung yang dinilai asal-asalan lantaran aspal pada jalan tersebut sangat tipis dan kualitas aspal kurang baik pada proyek rehabilitasi atau peningkatan jalan yang mengunakan dana Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muara Enim, senilai Rp 1,9 miliar tersebut, dalam plang proyek pun tidak ada tulisan berapa hari kerja.

Dewan yang melakukan Sidak langsung melakukan pengecekan pada aspal. Didapati aspal yang sangat tipis sehingga dapat dicongkel menggunakan tangan.

“Kita temukan jalan di Desa Babat dan Desa talang beliung Kecamatan Belida Darat ini yang kualitas aspalnya kurang baik. Tadi sempat dilakukan pencongkelan oleh rekan-rekan dewan bahwa aspalnya sangat tipis,” ungkap Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Muara Enim, Ahmad Fauzi SH di hadapan para wartawan.

“Sebagai wakil rakyat yang kebetulan ini adalah Daerah Pemilihan (Dapil) III,  kami sangat kecewa, karena pekerjaan ini tidak sesuai dengan apa yang telah menjadi rancangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terkait masalah pihak kontraktor yang akan di panggil oleh pihak inspektorat kami sangat mendukung, karena dari hal ini kami akan berkoordinasi dengan inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), membahas hal ini lebih lanjut untuk kedepannya, hal ini justru masyarakat lah yang sangat di rugikan,” paparnya.

Menurutnya karena anggaran ini begitu sangat besar sedangkan hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Kita akan memanggil pihak kontraktor dan kita akan duduk bersama dengan pihak inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kita akan buka secara transparan karena ini sudah bukan menjadi rahasia lagi dan juga tidak bisa ditutupi lagi, untuk ukuran ketebalan pun sudah tidak masuk, Ahmad Fauzi SH dengan nada penuh kekecewaan.

bersambung …. hal 2

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here