Usai Terima Sertifikat Uji Terbang, Pesawat N 219 Bakal Diproduksi Secara Massal

91

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfir Agam Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga  Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Syafrizon Mkom menyatakan pesawat N 219 yang didesain oleh LAPAN saat ini dalam tahap uji kelayakan terbang. Setelah mendapat sertifikat uji terbang, pesawat N 219 yang diberi nama oleh Jokowi dengan nama Nurtanio akan diproduksi secara massal. Karena sudah menjadi target pemerintah untuk diproduksi secara massal.

Hal tersebut diungkapkan Syafrizon dalam Sosialisasi Kegiatan Keantariksaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang diprakarsai Ir Naxarudin Kiemas Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP Dapil Sumsel 1 di aula DPRD Sumsel, Kamis (19/04/2018).

Syafrizon mengatakan, pesawat N 219 didesain oleh LAPAN. Dan telah selesai dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia pada 2017. “Pesawat N 219 ini bisa membawa sekitar 19 penumpang. Dan saat ini dalam tahap uji terbang. Jika lolos dalam tahap uji terbang maka pesawat N 219 akan diproduksi massal. Itu menjadi target pemerintahan Pak Jokowi, kalau pesawat N 219 harus diproduksi massal setelah mendapat sertifikat kelayakan uji terbang,” ujarnya.

Menurutnya, pesawat N 219 ini memiliki keunggulan karena tidak memerlukan landasan pacu. Sehingga efektif digunakan untuk penerbangan antar pulau. “Jadi pesawat N 219 ini lebih praktis, dan lebih unggul jika dibandingkan dengan pesawat sejenisnya. Setelah sertifikatnya keluar, akan segera diproduksi,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Syafrizon, pihaknya akan membangun bandar antariksa. Sehingga kedepan bisa meluncurkan roket. “Kita meningkatkan resolusi citra satelit. Itu buatan dari LAPAN. Yang terkahir 2016 kita meluncurkan roket,   memakai roket india. Kedepan buat bandar antariksa,” paparnya.

Syafrizon mengungkapkan, untuk melakukan penelitian antariksa pihaknya masih terkendala dengan anggaran. Pasalnya, anggaran diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat. “Nanti kita akan uji coba pembuatan roket. Tapi itu butuh biaya yang cukup besar. Jadi nanti kita akan berupaya bekerjasama dengan negara lain,” pungkasnya.

Laporan          : Wiwin

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here