Usai Tembak Perut, Kedua Perampok Bertopeng Bawa Kabur Uang Tauke Karet Rp 160 juta

0
83
Korban yang masih menjalani perawatan untuk mengeluarkan proyektil peluru dari perutnya. (foto: AD)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Tampaknya di awal tahun ini pihak Kepolisian Resort (Polres) Muara Enin harus bekerja ekstrakeras dan mewasdai terjadinya aksi kriminal perampokan di wilayah hukumnya. Bagaimana tidak, belum hilang cerita perampokan terhadap 2 toko emas di Pasar Pagi Gelumbang, yang mengalami kerugian sekitar 9 kilogram emas, beberapa waktu lalu.

Kini kasus perampokan kembali terjadi. Seorang tauke karet bernama Mukhlis (43), warga Desa Gunung Raja Kecamatan Lubay Kabupaten Muara Enim, menjadi korban perampokan dua orang pria yang saat beraksi mengenakan penutup wajah alias topeng atau kanebo. Selain berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 160 juta salah satu pelaku bersenpi ini juga berhasil melumpuhkan korban dengan menembak perutnya. Akibatnya korban harus mendapat pelayanan dari Tim medis RS AR Bunda Prabumulih, untuk mengeluarkan sisa proyektil peluru yang bersarang di perut korban.

Informasi yang diterima, peristiwa perampokan tersebut berawal saat korban dengan ditemani anaknya, Ferdi (15) berencana hendak membeli karet milik petani, Selasa (16/01) pagi tadi, di Desa Jiwa Baru.

Dengan mengendarai sepeda motor, keduanya melaju menuju ke lokasi salah satu petani. Namun apesnya, saat di tengah jalan dirinya disergap dua pria bertopeng dan bersenpi. Usai berhasil merampas paksa uang ratusan juta untuk pembelian karet tersebut, kedua pelaku langsung kabur membawa uang dan lari ke area hutan sekitar lokasi kejadian.

Menurut Kepala Desa (Kades) Gunung Raja, Muslimin, saat itu korban Mukhlis bersama anaknya Ferdi pergi memakai sepeda motor untuk membeli karet. Di tengah jalan keduanya ditembak perampok yang bersembunyi di balik semak-semak. “Pelaku dua orang pakai senpi dan langsung menembak Mukhlis. Keduanya mengambil uang Rp 160 juta dan kabur ke dalam hutan,” terangnya saat mendampingi warganya di RS Bunda Prabumulih.

Sementara itu, Kapolsek Lubay AKP Indra ketika dikonfirmasi membenarkan ada warga yang dirampok. “Benar ada tauke karet yang dirampok di tengah jalan. Dua perampok berhasil membawa kabur uang Rp 160 juta. Pelaku masih dalam pengejaran lantaran berlari ke dalam hutan,” pungkasnya.

Laporan : Taufik
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article