Usai Tanding Bola HUT ke-71 Muara Enim, Pemain PTBA Meninggal

0
236

Sumateranews.co.id, MUARA ENIM- Sepak bola yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk memeriahkan HUT ke-71 Kabupaten Muara Enim ke 71 harus berujung duka. Karena salah satu seorang tim pemain kesebelasan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, meninggal dunia akibat tak sadarkan diri (kolaps) di pinggir lapangan sesaat usai pertandingan.

Pertandingan diikuti oleh  tim dari perwakilan PTBA, Rindam II Sriwijaya, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim dan Kementrian Agama (Kemenag) Muara Enim. Pertandingan digelar di Lapangan Stadion Sekundang Bara Kabupaten Muara Enim, Kamis (16/11).

Namun naas, usai pertandingan tim PTBA melawan Rindam II Sriwijaya, sekitar pukul 16.00 WIB,  tiba-tiba seluruh peserta tim dikagetkan karena seorang pemain tim PTBA bernama, Monang Siantori (49) yang merupakan karyawan PTBA warga Tanjung Enim,  kolaps dan tak sadarkan diri sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Korban yang sedang kritis dan butuh pertolongan cepat  sama sekali tidak mendapat pertolongan pertama dari tim medis, karena Tim medis yang diundang panitia penyelenggara ternyata belum ada di lokasi. Sehingga korban hanya mendapat pertolongan seadanya dari rekan tim korban sebelum dibawa ke RS HM Dr Raba’in Kabupaten Muara Enim dengan menggunakan mobil pribadi milik peserta.

Namun sayang, saat mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit HM Dr Raba’in Kabupaten Muara Enim, korban dinyatakan meninggal dunia.

Salah seorang saksi yang juga rekan korban Kris (40) warga Tegal Rejo, Tanjung Enim mengatakan korban sebelumnya tak terlihat mengeluh capek saat pertandingan. Namun selesai pertandingan, korban beristirahat di pinggir lapangan dan kolaps tak sadarkan diri.

“Usai istirahat, dia sempat minum lalu terguling karena pingsan, suaranya juga terdengar dengkur,” kata Kris.

Kris menduga korban meninggal terkena serangan jantung. Sementara salah seorang saksi lainnya, Rudiansyah mengaku saat korban pingsan tidak terlihat tim medis yang siap di pinggir lapangan.

“Saya keliling cari tim medis atau ambulans sampai keluar stadion. Itu pun untuk membawa korban ke rumah sakit tapi tak ada, terpaksa pakai mobil pemain,” ungkapnya.

Adanya korban meninggal tersebut, sontak kegiatan pertandingan pun mendadak dihentikan. Bahkan Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim, H Hasanudin yang mengetahui kabar duka itu meninjau langsung lokasi lapangan pertandingan.

“Saya kaget setelah mendengar kejadian ini, tentu hal seperti ini tidak kita inginkan, kami mewakili jajaran Pemkab Muara Enim menyampaikan duka sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkap Hasanudin.

Sementara rekan korban  karyawan PTBA, Hariyanto mengatakan korban merupakan karyawan PTBA yang bekerja di divisi Geologis.

“Korban menetap seorang diri di Mess Basecamp PTBA Tanjung Enim karena keluarga korban tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat,” pungkasnya.

Laporan            : Deka Saputra

Editor/Posting   : Imam Ghazali