Usai Lolos Mewakili Sumsel di Audisi LIDA Indosiar, Ini yang Dilakukan Rara Kontestan Asal Prabumulih

0
2798

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Meski sudah dinyatakan lolos mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam audisi Liga Dangdut (LIDA) Indosiar, beberapa waktu lalu. Namun tidak membuat Tiara Ramadhani, sapaan akrab Rara, salah satu peserta audisi LIDA asal kota nanas, Prabumulih ini terbuai euporia dan lupa diri. Buktinya, usai berhasil menggunguli 4 peserta audisi asal kota dan kabupaten lain dari Sumsel, siswi SMA Negeri 1 Prabumulih ini langsung pulang dan masuk sekolah hari ini, Selasa (30/01).

Pantauan sumateranews.co.id, kedatangan putri pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Abdul Rohim dan Tafyani (46) ke sekolah spontan sempat membuat suasana sekolah heboh dan berubah menjadi haru biru dari teman teman dan para guru sekolah, yang menyambut kedatangannya. Bahkan Rara, yang masuk sekolah di antar langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Kusron dan Rusli Priaji selaku ketua Tim Seni Seinggok Sepemunyian, yang selama proses audisi setia mendampinginya juga mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Prabumulih, Mashobirin SPd MSi serta para dewan guru.

“Kami meminta bantuan kepada semua pihak, dan instansi termasuk Walikota Prabumulih maupun Gubernur Sumsel untuk mengerahkan semuanya dalam mendukung Rara di acara LIDA Indosiar,” pinta Mashobirin, di sela penyambutan anak didiknya tersebut.

Bagaimana tidak, gadis kelahiran Prabumulih, 6 Desember 2001 silam ini telah membuat bangga dan mengharumkan nama sekolah khususnya nama Kota Prabumulih pada ajang bergengsi yang diadakan oleh televise swasta, Indosiar. Rara pada audisi yang ditayangkan live oleh Indosiar itu, berhasil menggunguli keempat konstestan lain dari Sumatera Selatan dengan memperoleh polling suara tertinggi yakni 45 persen.

“Semua ini lantaran rahmat dari Allah SWT, dan berkat doa ibu, keluarga teman teman, seluruh masyarakat Prabumulih dan Sumsel terutamanya. Saya sangat senang bisa berhasil lolos ke babak selanjutnya mewakili Sumatera Selatan diacara LIDA ini,” tutur Rara, ketika diwawancarai sejumlah awak media, Selasa (30/01) pagi.

Dia berharap, akan terus mendapatkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumsel dan penonton Indosiar. “Tentunya saya juga sangat memerlukan dukungan kepada warga Sumsel agar bisa lolos ke tahap berikutnya,” imbuh gadis manis, yang saat ditemui menggenakan seragam sekolah lengkap dengan jilbab berwarna putih.

Seperti diketahui, Rara yang sejak usia 3 tahun sudah hobby bernyanyi ini adalah merupakan anak berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sewaktu menginjak usia 3 tahun atau tepatnya usai kelahiran adiknya, ayahnya almarhum Abdul Rohim menderita penyakit strok sehingga terpaksa ibunya, tafyani sempat menjadi pemulung dan kemudian berdagang berjualan kue keliling.

“Saya tidak menyangka kalau anak saya bisa lolos di LIDA, dan keluar sebagai juara mewakili Sumatera Selatan, saya menghidupi Rara dengan berjualan kue keliling dan sempat memulung selama 2,5 tahun ketika rara berusia 3 tahun,” kenang Tafyani, saat ditemui dirumahnya.

Tafyani pun tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan harunya, melihat putrinya berhasil mewakili Sumsel pada ajang bergensi LIDA yang ditayangkan Indosiar tersebut.

“Ibu sangat terkejut dan senang ketika Rara dihubungi pihak Indosiar, bahwa berhasil lolos dan ayahnya mengetahui meskipun pada saat itu sedang keadaan sakit. Ketika mengetahui itu, 2 hari setelah itu ayahnya meninggal di usia 66 tahun, dan kami baru 40 hari lebih mengenangnya,” tukasnya, dengan mata berkaca kaca menahan sedih dan haru.

Laporan : Abdurrahman
Editor : Donny