Usai Disidak Wabup, Jalan Rusak Langsung Diperbaiki Kontraktor

338

Sumateranews.co.id, MURATARA – Pasca disidak oleh Wakil Bupati Muratara, H.Devi Suhartoni, beberapa waktu lalu, kerusakan jalan setapak di Blok A Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara, yang baru selesai dibangun, kini langsung diperbaiki oleh pelaksana kontraktornya yakni, CV. Rahmad Wijaya Abadi.

Hal itu terlihat, dari sejumlah pekerja kontraktor yang mulai melakukan perbaikan pada proyek senilai Rp 198. 805.000, Minggu, (8/12/2019).

Namun demikian, menurut Kades Bina Karya, Dumiyanti, kerusakan badan jalan setapak tersebut diakibatkan dilintasi kendaraan warga yang membawa barang melebihi tonase batas maksimum.

“Sebenarnya jalan tersebut bukan rusak oleh belum selesai dikerjakan tetapi dikarenakan tukang dan anggotanya balik selama dua hari, jadi pembangunan itu tidak terkontrol dan menjadi sorotan warga,” ungkapnya, saat ditemui di kediamannya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah memasang papan penghalang di bagian jalan, namun oleh warga papan tersebut dibuang, karena warga tidak sabar untuk melewati jalan tersebut sehingga jalan tersebut menjadi rusak.

“Kemudian jalan tersebut dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga membuat sebagian badan jalan menjadi rusak. Dikarenakan badan jalan masih lembut dan belum keras. Akibat kurangnya kesadaran dari warga yang menyebabkan masalah tersebut menjadi rumit,” jelasnya.

Sementara pihak pemborong saat ditanya mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut bukannya asal-asalan dikerjakan, tetapi pembangunan jalan itu belum selesai dikerjakan.

Dijelaskannya, pihaknya terpaksa belum melanjutkan pekerjaan selama 3 hari ini dikarenakan para pekerjanya sedang pulang ke rumahnya masing-masing.

“Kerusakan jalan itu disebabkan oleh warga setempat, yang menggunakan kendaraan roda empat lewat di jalan yang belum keras, sehingga jalan tersebut menjadi rusak dan mengelupas,”Katanya.

Lanjutkanya, ia mengatakan, bahwa berdasarkan surat edaran dari Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Muratara, bahwasanya jalan rigit beton tersebut hanya bisa menampung kendaraan berkapasitas 175 kilo gram, dan pengerasan membutuhkan sekitar 28 hari dan baru bisa dilewati oleh warga.

“Kami sesalkan ini baru 3 hari jalan di kerjakan sudah dilewati mobil bermuatan melebihi kapasitas. Sehingga membuat badan jalan rusak seperti yang di kabarkan oleh media online,” tandasnya.

“Selain itu, Kami ucapkan terima kasih kepada bapak wakil Bupati Muratara , karena sudah memberi peringatan dan pemahaman kepada kami pihak pemborong.

Dan kami merasa bersalah atas pembangunan yang kurang memuaskan di mata warga. Dan kami sadari atas kelalaian kami terhadap pembangunan yang sudah rusak tersebut,” tukas pemborong.

Laporan : San

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here