Usai Beli Sabu, Oknum PNS Perkim Disergap Polisi

300

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Lingkungan korps Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah kota Prabumulih kembali tercoreng. Setelah sebelumnya, seorang oknum PNS dari DPPPP, yakni HW (48) ditangkap karena diduga terlibat pemerkosaan terhadap putri kandungnya. Kini seorang oknum PNS di lingkungan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kota Prabumulih, berinisial FW alias Lilik (39) ditangkap petugas Satnarkoba Polres Prabumulih, karena kedapatan membawa paketan narkoba jenis sabu.
Oknum PNS yang tinggal di Jalan Tampu mas Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur ini, berhasil diciduk, saat sedang membeli rokok di sebuah warung di kawasan Jalan Ahmad Yani Kelurahan Prabu Jaya, tepatnya di depan Kantor KPU pada Minggu malam (03/09) sekitar pukul 21.30 WIB kemarin. Pelaku tak berkutik, setelah digeledah petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,22 gram senilai Rp400 ribu dari kantong saku bagian kiri depan celana pendek yang ia pakai. Guna pengembangan penyelidikan, pelaku berikut barang bukti 1 paket sabu langsung digelandang ke Mapolres Prabumulih.
Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan oknum PNS di Dinas Perkim kota Prabumulih bermula dari laporan masyarakat bahwa pelaku kerap membeli dan memakai sabu bersama rekan-rekannya. Bermodalkan info tersebut, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan mendapati sejumlah nama termasuk nama pelaku.
Namun demikian tak mudah bagi petugas untuk menyergap pelaku yang terkenal licin dan selalu berhati-hati setiap hendak memakai barang serbuk haram tersebut. Barulah pelaku berhasil diamankan, ketika berhenti hendak membeli rokok di sebuah warung bersama rekannya IN, yang berhasil lolos dari sergapan petugas.
“Pelaku FW dan rekannya IN (DPO) ini sudah kita buntuti mulai saat keluar dari Gang Pagar Alam, Pasar 2. Keduanya diduga habis membeli sabu dari salah seorang bandar di lokasi tersebut. Tak ingin buruan kita ini kabur, saat mereka berhenti hendak membeli rokok keduanya kita grebek. Tapi sayang rekannya IN berhasil kabur saat hendak ditangkap,” sebut Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Narkoba, AKP Herry Yusman SH, Senin siang (04/09).
Menurut Herry, pelaku yang tercatat sebagai PNS di lingkungan Dinas Perkim Kota Prabumulih ini sudah lama masuk target operasi (TO). “Pelaku ini cukup licin dan selalu berhati-hati saat hendak mengkonsumsi sabu. Saat ini dia (pelaku, red) masih kita mintai keterangan,” tandasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku diancam Pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara. “Dari kantong sakunya kita temukan satu paket sabu, dia bakal kita kenakan Pasal 114 dan 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” tegasnya.
Sementara, kepada petugas, pelaku FW mengaku jika dirinya hanya sebatas pemakai dan bukan pengedar sabu. Menurutnya, ia telah dijebak oleh rekannya IN yang mengajak dirinya untuk mengkonsumsi sabu bersama-sama.
“Aku dijebak pak oleh kawan aku itu (IN, red), tadinyo aku dirumah la nak tedok tapi dio datang dan ngasike duet untuk beli sabu. Iyolah kami beduo beli ke gang dan sampe depan KPU itu tau-tau dio stop nak belike aku rokok padahal rokok saat itu masih banyak,” aku FW menyesali perbuatannya, ketika dibincangi awak media di Mapolres, kemarin siang.
Lebih jauh pelaku mengaku, sudah menjadi pemuja sabu sejak dua tahun terakhir. “Aku cuma pakek bae pak, kalu makek sabu ini sudah hampir duo tahun inilah,” sambung sarjana S1 Ilmu Komputer ini.
Laporan : Abdullah Donni
Posting : Andre

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here