Usai Aksinya Terpergok, Salah Satu Pencuri Sarang Walet Ini Nekat Terjun dari Ruko Berlantai Tiga

0
504
Melki, salah satu pelaku pencurian sarang burung walet ketika dirawat usai loncat dari lantai 3 ruko milik Yanto, Sabtu malam kemarin. (foto: ad)

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Salah seorang pencuri sarang Walet terpaksa ditandu dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Rabumulih, karena mengalami luka robek pada kepala bagian belakang setelah mencoba terjun dari ruko (rumah toko, red) lantai tiga, usai aksinya mencuri bersama ketiga rekannya kepergok warga.

Hingga kini pelaku yang belakangan diketahui bernama Melki Nainggolan (28), warga Jalan Sukabangun II Kecamatan Sukarame Palembang ini masih dirawat di RS. Sementara kedua rekannya yang lain yakni, Eko Saputra (30) dan Erik Junaidi Sinaga (36) warga yang sama, berhasil ditangkap massa. Sedangkan satu pelaku lagi yakni berinisial ED (38), yang diduga merupakan otak pelaku pencurian ‎berhasil kabur saat proses penggrebekan berlangsung.

Dari keterangan yang diterima di lapangan, aksi pencurian empat pelaku asal Palembang ini terjadi, pada Sabtu (27/01) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Para pelaku beraksi mencuri ruko peternakan sarang burung walet milik Yanto ini dengan cara ‎memanjat menggunakan tali dan naik ke ruko lantai tiga.

Namun apes bagi keempat pelaku ini, saat sudah masuk ke ruko lantai 3, ulah mereka kepergok warga sehingga membuat para pelaku panik dan kocar-kacir. Pelaku Melki, yang saat itu berada di lantai 2 langsung berusaha kabur dan lari naik ke lantai 3.

Diduga khawatir bakal menjadi bulanan bulanan warga, pelaku Melki nekat langsung meloncat‎ dari lantai 3. Akibatnya, pelaku yang baru pertama kali hendak mencuri di wilayah Prabumulih ini langsung jatuh dan menyebabkan kepala bagian belakangnya bocor dan mengalami luka robek.

Sementara dua pelaku lainnya, yakni Eko dan Erik berhasil ditangkap warga di lantai 2 ruko milik Yanto. Keduanya juga sempat menjadi bulan-bulanan warga, sedangkan satu pelakunya lagi, ED berhasil kabur dan lolos dari kepungan warga.

Kepada petugas, pelaku Melki mengaku ‎dirinya dan kedua temannya diajak mencuri sarang walet oleh pelaku ED. Namun apes bagi para pelaku, tindakannya tercium dan kepergok massa.

Melki Nainggolan (28), satu dari empat pelaku pencurian sarang burung walet milik Yanto (63) di Ruko Sebelah Kantor BPJS Kesehatan Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur nekat lari ke lantai paling atas ruko berlantai dua. Lalu, loncat ke tanah dan apesnya usahanya tersebut tidak berhasil. Sementara itu, Ed (38), pelaku lainnya berhasil kabur dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).
Tak lama, setelah itu ia bersama dua rekannya Eko Saputra (30), warga Jalan Peltu Tulus Yahya Palembang dan Erik Junaidi Sinaga (36), warga Jalan Sukabangun II Palembang. Akhirnya, diamankan warga dan korban sekaligus pemilik ruko.

Erik mengaku, kalau otak pencurian tersebut adalah ED. Sehari sebelum beraksi, ED mengajaknya bersama Eko dan Melki untuk melakukan pencurian sarang burung walet di lokasi kejadian.

“Kami dak tahu lokasinyo di Prabumulih nak beraksi maleng sarang burung walet, ED yang tahu nian. Kami nih diajaknyo, sejak sore kami berangkat dari Palembang. Kami manjat pake tali masuk ke ruko nih, ED nunggu di bawah,” ceritanya kepada petugas.

Kata dia, begitu aksinya diketahui warga ED langsung kabur. Meninggalkan dia dan kedua rekannya Eko dan Melki. Oleh warga, dirinya dan Eko ditangkap di lantai II. Sedangkan, Melki mencoba menyelamatkan diri naik ke lantai atas.

“Kato wong dio loncat dari lantai pucuk, nak kabur. Tapi gagal, malah nyampak palaknyo memar,” akunya.

Ketua RT 04 Kelurahan Gunung Ibul, Didik Firman (28) mengatakan, sebelum penangkapan ketiga pelaku pencurian sarang burung walet milik Yanto. Sekitar pukul 20.30 WIB, dia mendapat kabar dari Yanto kalau rukonya dimasuki oleh pencuri.

Lantas, ia bersama korban dan sejumlah warga mendatangi ruko tersebut. Dan, mengepungnya dan tak lama terdengar suara benda jatuh dari sebelah kiri ruko. Ternyata, orang tersebut adalah Melki yang mencoba kabur.

“Begitu dapat kabar, aku langsung datang ke ruko Pak Yanto. Ngajak warga ngepung lokasi, supaya malengnyo dak pacak belari lagi,” ucapnya.

Selanjutnya, ia memasuki ruko bersama warga dan menemukan Eko dan Erik di lantai dua. Dan, langsung diamankan warga dan tak menampik keduanya sempat jadi sasaran empuk pemukulan warga marah terhadap aksi pencuriannya.

“Setelah itu, kita hubungi Babinkamtimbas di wilayah Gunung Ibul. Sekitar setengah jam, polisi pun datang dan mengamankan serta langsung membawa ketiga pelaku ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut,” tandasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH MSi didampingi Kanit Satreskrim, Ipda M Tagor Lubis menjelaskan, kalau ketiga pelaku merupakan tangkapan masyarakat yang diserahkan kepada pihaknya.

“Korbannya sudah melapor kepada kita, dan sejumlah saksi telah kita periksa dan mintai keterangan. Sementara itu, ketiga pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan, salah satu pelaku terpaksa sempat dibawah ke RSUD untuk pengobatan,” ujarnya.

Sambungnya, karena tidak pidana pencurian yang dilakukan tersebut. Ketiganya, sebutnya dijerat dengan Pasal 363 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan. “Bisa dipidana hingga 7 tahun, jika dinyatakan terbukti bersalah nantinya di pengadilan,” tutupnya.

Laporan : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali