Usai 2 Dokternya Positif Covid-19, Pemkab Aceh Singkil Gelar Rakor Penanganan Covid-19

103
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil langsung bergerak cepat dan menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali, S.Sos, pada Jumat (7/8). Menyusul terpaparnya 2 dokter karena positif Covid-19.

Sumateranews.co.id, ACEH SINGKIL – Terpaparnya 2 (dua) orang dokter, beberapa waktu lalu, membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil langsung bergerak cepat dan menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali, S.Sos, pada Jumat (7/8).

Terungkap, dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Offroom Setdakab, dan dihadiri Kapolres, Kepala Kejaksaan, Kepala Pengadilan, Dandim, Sekda, serta Para Kepala Instansi dalam Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dan Para Camat perbatasan, Pemkab akan melakukan beberapa tindakan yang disepakati dalam penanganan peredaran Wabah Covid-19 yang semakin meningkat akhir-akhir ini.

Adapun hasil dari rapat tersebut di antaranya; Asisten 1 dan Kabag Hukum akan menyiapkan draft Perbup sesuai amanat Inpres No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19, yang ditargetkan tuntas paling lambat tanggal 14 Agustus mendatang.

Kemudian, Dinas Kesehatan diminta menyiapkan kajian/pemaparan epidemiologis terkait kasus 2 orang warga Aceh Singkil yang positif Covid-19, yang harus diserahkan pada 10 Agustus.

Selanjutnya, sembari menunggu Perbup tentang Penjabaran Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020 Perpres Nomor 82 Tahun 2020, Pemkab akan segera melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Dinas Perhubungan agar membuat Standar Operasional dan Prosedur (SOP) terkait pengetatan di perbatasan. Bekerja sama dengan Pol PP, TNI dan POLRI masing masing Satu personil untuk siaga di Pos-Pos Perbatasan untuk mengecek keluar masuk warga Suro, Danau Paris dan Pelabuhan.
  2. Kepada DPMK agar membuat SOP untuk Posko Pencegahan Covid-19 di tingkat Desa.
  3. Dinas pendidikan supaya melakukan evaluasi pelaksanaan belajar tatap muka, meninjau ulang surat pernyataan orang tua murid.

Dalam rapat tersebut, Ketua MPU bersama Dinas Syariat Islam juga diminta untuk melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan melibatkan tokoh agama.

Sementara untuk BPBD dan Dinas Kesehatan agar menyiapkan Ruang Karantina bagi Masyarakat sebagai bentuk kesiapsiagaan Covid-19 dari aspek sarana dan prasarana.

“Agar Kalak BPBD mengatur penyusunan Komite dan Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil sesuai Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kepada Sekda agar menyempurnakan kesiapsiagaan sarana dan prasarana karantina untuk masyarakat.

Menindaklanjuti program pemulihan ekonomi, agar Dinas Pangan dan Disperindagkop dan UKM agar segera melukan koordinasi dengan lintas sektoral lainnya dalam meluncurkan program-program pemulihan ekonomi yang tepat sasaran,” pinta Wabup Aceh Singkil, Sazali.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan dan RSUD untuk segera melaksanakan hal sebagai berikut :

  1. Menyiapkan minimal 10 % ruangan dari ruangan yang ada di RSUD untuk isolasi pasien covid-19.
  2. Kajian peningkatan status darurat bencana berhubung sudah ada 2 orang yang positif setelah adanya pertimbangan epidemiologis oleh Dinkes.

“Dan sembari menunggu Perbup tentang Penjabaran Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, agar Sekda bersama Asisten II secara teknis segera melakukan tindaklanjut Perpres tersebut,” tukasnya.

Laporan : Ramail III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here