UPGRI Palembang Bersama KESBANGPOL Dukung Gerakan Revolusi Mental

61
Photo: Dok.Humas UPGRI Palembang

Sumateranews.co.id, PALEMBANG − Ribuan mahasiswa baru Universitas PGRI Palembang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB)  mendapatkan materi tentang kesadaran bela negara dan pembinaan gerakan revolusi mental dari KESBANGPOL Sumatera Selatan, Kamis (19/9/19).

Di depan ribuan mahasiswa KESBANGPOL Sumatera Selatan Mumtazah, M.Pdi.,MM menjelaskan pentingnya memiliki kesadaran untuk bela negara dan mulai melakukan gerakan revolusi mental bagi kaum milenial seperti para mahasiswa baru di Universitas PGRI Palembang ini. Dengan memiliki revolusi mental diharapkan para mahasiswa yang masuk dalam kaum milenial bisa lebih baik lagi dalam menyaring informasi yang beredar sehingga tidak mudah termakan berita hoaks dan diharapkan juga dengan gerakan revolusi mental ini para mahasiswa bisa dengan bangga membela negara Indonesia.

Selaras dengan pernyataan tersebut rektor universitas PGRI Palembang Dr. Bukman Lian, MM.,M.Si mengatakan di zaman teknologi ini memang di perlukan gerakan revolusi mental agar para generasi muda seperti para mahasiswa baru universitas PGRI Palembang bisa membuat perubahan bagi bangsa dan negara menjadi lebih baik lagi.

“Saya sangat mendukung gerakan revolusi mental di zaman serba teknologi seperti sekarang. Revolusi mental ini bisa dilakukan dari hal-hal kecil seperti merubah mental untuk membuang sampah pada tempatnya yang nantinya lama kelamaan akan menjadi kebiasaan dan membuat perubahan bagi kehidupan bermasyarakat. Saya harap juga para mahasiswa baru Universitas PGRI Palembang bisa melaksanakan gerakan revolusi mental agar bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara”, ungkapnya.

Dekan FKIP UPGRI Palembang, Dr. Dessy Wardiah, M.Pd mengungkapkan akan selalu mendukung gerakan bela negara dan gerakan revolusi mental untuk merubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya mengubah mental agar mampu bersaing dengan masyarakat global.

“Saya sangat mendukung gerakan bela negara dan gerakan revolusi mental ini karena masyarakat perlu sadar akan pentingnya mengubah mental mereka agar bisa bersaing dengan masyarakat global. Dengan gerakan tersebut saya harap rasa nasionalis masyarakat semakin meningkat sehingga tidak ada lagi yang namanya penyebaran berita hoaks dan kebencian di media-media massa”, tandasnya.

Sumber : FKIP UPGRI/Lv

Editor    : Syarif

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here