Unik, KPK Sudahi Roadshow ‘Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi’ di Prabumulih dengan Pantun Anti Korupsi, Ini Isinya 

0
345

Ridho Yahya : Jangan Menyalahkan Orang Lain, Namun Kita Sendiri, Sebab Hukum Tak Pandang Bulu

PRABUMULIH – Ada yang unik pada acara penutupan Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bertajuk ‘Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi’ di Taman kota Prabujaya Prabumulih, Rabu sore, 14 September 2022.

Selain mendoakan kota Prabumulih menjadi lebih prima, Kasatgas Soskam Antikorupsi, Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dian Rachmawati, yang mewakili Dr. Ir. Wawan Wardiana, M.T. (Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK) juga mengingatkan pemerintahan kota Prabumulih untuk tidak berbuat korupsi melalui kalimat pantun pada pidatonya.

“Burung Nuri Burung Kenari…

Burung di pajang hingga siang hari.

Road show KPK memang sampai di sini….

Jika rindu bisa hubungi kami kembali.

Satu lagi boleh ya, boleh ya! semalaman saya pak Ridho memikirkannya, sempat belajar bahasa Prabumulih, tapi takut dialeknya salah malah nanti salah arti,” lanjut Dian, dengan nada guyon.

“Putih-putih Bunga Melati….

Harum mewangi sepanjang hari.

Anti Korupsi harus sungguh-sungguh dari hati…

Semoga bermanfaat, sampai jumpa kembali warga Prabumulih.

Semoga Prabumulih semakin prima,” ungkap Dian Rachmawati, menutup sambutannya.

Sementara, Wali kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM dalam sambutannya sebelum menutup resmi Roadshow Bus KPK RI bertajuk ‘Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi’ menyampaikan ungkapan senang dan bangga kepada Tim KPK RI, yang telah hadir di Prabumulih.

“Penting dan jangan dianggap sepele perihal hukum apalagi yang berkaitan dengan korupsi, mari kita memaknai semua yang telah dikampanyekan dan disosialisasikan oleh tim KPK pada kita semua.

Pada dasarnya jangan menyalahkan orang lain, namun kita sendiri, sebab hukum tak pandang bulu,” cetus Ridho.

Menurut dia, kehadiran KPK di Prabumulih sangat berarti dan merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Prabumulih. “Kami mohon maaf, inilah bentuk Prabumulih. Dengan bermunajad kepada sang pencipta, Roadshow KPK di Prabumulih resmi saya tutup.

Selamat jalan semoga perjalanan Roadshow KPK ini bisa menjelajahi seluruh Indonesia dan tidak ada korupsi lagi diseluruh penjuru negeri,” tutup Ridho dalam sambutannya.

Sebelumnya, sejumlah rangkaian Roadshow Bus KPK di Bumi Seinggok sepemunyian ini digelar selama beberapa hari, sampai penutupan pada Rabu, 14 September 2022, dan dihadiri seluruh stakeholder, OPD, BUMN, dan BUMD di lapangan Prabujaya kota Prabumulih..

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dr Ir Wawan Wardiana MT pada sambutan sebelumnya, Selasa, 13 September 2022 mengatakan, bahwa KPK mencoba memanfaatkan momentum masyarakat berkumpul dengan menggelar sosialisasi pencegahan korupsi sebagai serangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK.

“Selain sosialisasi, melalui kegiatan ini KPK ingin memperlihatkan dan hadir langsung di tengah masyarakat melalui Roadshow Bus KPK. Untuk itu, KPK berharap kegiatan ini dapat memberi kesamaan pemahaman mengenai tindak pidana korupsi itu sendiri,” ungkap Wawan.

Lanjutnya, dengan adanya persepsi yang sama, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara tepat dan terarah. Agar pemberantasan berjalan lebih efektif, maka hendaknya ketiga strategi harus dilakukan secara bersamaan.

“Seperti tujuan KPK, bahwa pemberantasan korupsi tidak mungkin bisa dikerjakan oleh KPK sendiri. Dan tidak bisa hanya dengan melakukan penangkapan-penangkapan, oleh karenanya KPK melakukan melalui pendekatan yang lain, salah satunya melalui pendidikan,” jelas Wawan.

Melalui pendidikan tersebut, KPK berharap bisa menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat. Dalam hal ini, KPK sudah membuat akronim ‘Jumat Bersepeda KK’ dengan arti Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja Keras diharap mampu menyebarkan nilai antikorupsi.

Wawan juga menegaskan, agar pendidikan dan peran serta masyarakat semakin luas, maka upaya pemberantasan korupsi harus berjalan beriringan dengan efektif, sehingga mimpi Indonesia bebas dari korupsi di masa depan dapat terwujud.

Sementara itu, Proses edukasi yang KPK lakukan selama dua hari kegiatan berlangsung di antaranya dengan membuat survei pemahaman masyarakat dan kuis. Hal itu dilakukan KPK untuk menanyakan kembali kepada masyarakat tentang sosialisasi dan strategi apa yang telah dilakukan selama ini.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Wali kota Prabumulih H.Ir Ridho Yahya MM didampingi Sekretaris Daerah Elman ST MM, Kejari Prabumulih Roy Riyadi SH MH, Kapolres Prabumulih AKBP Witdiardi SIK MH, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Arlen Veronica SH MH, Danramil 404-02/PBM CZi Kapten Didi Suratman, Danyonzipur II/SG Mayor CZI Ibnu Muntaha, Sub Denpom Kapten CPM Supriyono, serta Camat, Lurah dan Kades se-kota Prabumulih. (King)

Editor: Donni