UEA Batal Investasi di Kepulauan Banyak, Mahasiswa Kritik Kebijakan Gagal Pemerintah Aceh Singkil  

0
176
UEA Batal Investasi di Kepulauan Banyak, Mahasiswa Kritik Kebijakan Gagal Pemerintah Aceh Singkil

ACEH SINGKIL Akhir-akhir ini mahasiswa Aceh Singkil mulai mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil yang di anggap blunder dan gagal, yang baru ini dikritisi mahasiswa tersebut yaitu masalah batalnya UEA berinvestasi di Kepulauan Banyak dan rencananya mengalihkan ke Sabang.

Pembatalan investasi oleh Uni Emirat Arab (UEA) di daerah Aceh Singkil nampaknya menjadi pukulan besar bagi pemerintah Aceh Singkil, dimana dalam pembatalan investasi yang disebabkan akses dan infrastruktur yang tidak memadai.

Ramadin Mahasiswa Pemerhati Aceh Singkil tidak dapat membantah dengan alasan tersebut, dikarenakan pada dasarnya memang pembangunan infrastruktur yang kurang memadai, walaupun jalan sudah dibuat.

“Namun pada nyatanya kalau kita lalui Jalan di Aceh Singkil jauh dari kata cukup sebagai akses yang baik untuk dilalui, melihat masih banyak jalan yang berlubang dan bergelombang,”Ramadin.

“Berbicara tentang tanggapan Bupati Aceh Singkil terkait gagalnya investasi oleh UEA yang disampaikan di media beritakini.co tanggal 1 Februari menyatakan. “Tidak beralasan UEA membatalkan investasi dikarenakan faktor infrastruktur,” kata Ramadin kepada Sumateranews.co.id, Minggu (7/02/2021) melalui relis persnya.

“Saya mahasiswa Aceh Singkil sangat menyayangkan dengan pernyataan tersebut, dikarenakan kurang perhatiannya Bupati Aceh Singkil terhadap jalan di Aceh Singkil, kami rasa beliau sering melalui jalan yang bergelombang,”sebut Ramadin.

“Dan terkait akses yang dilalui yang dinyatakan oleh bupati, saya rasa itu hanya gambaran jam bukan gambaran saat melalui jalan tersebut. Dan saya heran membaca lagi pernyataan pak bupati yang mengarahkan perjalanan melalui Sumatera Utara, memang kita tidak membatasi akses namun hal yang harus kita perhatikan bagaimana masyarakat Aceh dan tentunya transfortasi darat, udara dan laut merasakan dampak dari kemajuan prawisata Aceh singkil, Yang mungkin menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Jangan sampai saya menilai Bupati Aceh Singkil tidak memikirkan masyarakat,” tegas Ramadin.

“Dan harusnya Bupati Aceh Singkil sadar diri dengan pembangunan yang di lakukan selama ini. Karena pembangunan Aceh Singkil semasa DulSaza terkesan stagnan, Jadi jangan salahkan investor asing tapi mari berkaca dan introspeksi diri kenapa program ini bisa gagal,”kritiknya.

Ramadin menambahkan atau mungkin Bupati dan Wakil Bupati perlu bimtek ke luar daerah yang notabenenya daerah maju dengan infrastrukturnya yang lebih maju.

“Dengan ini mungkin saya menilai gagalnya investasi ke Aceh Singkil sebagai bentuk kegagalan pemerintah Aceh Singkil pada masa ini,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Aceh Singkil menyampaikan kepada awak media, Senin (1/02/2021) lalu, menilai batalnya negara Uni Emirat Arab (UEA) berinvestasi di Pulau Banyak karena faktor belum berkembangnya infrastruktur, itu sangat tidak beralasan.

“Karena pada kenyataannya, saat ini infrastruktur pendukung sebagai akses menuju Pulau Banyak sudah sangat representatif baik darat, laut maupun udara,” kata Bupati Dulmusrid.

Setelah mendengar batalnya, Bupati Dulmusrid langsung menyurati Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi untuk mengklarifikasi terkait informasi batalnya UEA melalui Murban Energy, salah satu perusahaan asal Abu Dhabi, yang berinvestasi di Pulau Banyak.

Laporan : Ramail III Editor : Syarif

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article