Ubah Paradigma Membaca Itu Sulit

0
145

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Masih adanya paradigma yang berkembang di kalangan para orang tua mengenai kesulitan anak dalam hal membaca, akan berdampak negatif bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) Kota Prabumulih di masa depan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berupaya mengubah paradigma tersebut dengan menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Satu Bulan Bisa Baca (SB3) di Gedung Kesenian Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin), Rabu  (25/4).

Menghadirkan penemu metode SB3, Muhammad Toha, segala bentuk kesulitan dan keluhan dalam belajar, mengajar dan membaca, dikupas tuntas di hadapan ratusan guru PAUD dan guru Sekolah Dasar (SD) se-Kota Prabumulih.

“Paradigma tersebut harus diubah dan jangan lagi ditumbuhkan. Sebenarnya, bukan perkara sulit bagi siswa untuk belajar membaca. Asalkan tenaga pengajar atau orang tua, tahu kunci suksesnya. Dan, salah satu metode itu adalah memiliki strategi terukur dan terarah untuk mencapai target SB3,” ungkap Muhammad Toha yang juga merupakan mantan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ogan Ilir itu.

Diceritakan, bahwa dirinya secara tidak sengaja menemukan metode SB3 tersebut. Penemuan metode tersebut berawal dari keinginan dirinya bersama sang istri untuk mengajarkan ketiga anaknya agar bisa membaca walaupun belum menginjakkan kaki di bangku sekolah.

“Salah satu kiat suksesnya, bagaimana menanamkan spritual kepada anak, mengontrol emosi saat mengajar sang anak, dan tentu tenaga pengajarnya intelektual. Denga begitu, akan mudah bagi sang anak untuk menyerap ilmu yang diajarkan. Hal itu akan berdampak pada kemampuan anak untuk membaca,” jelasnya kepada seluruh peserta seminar.

Sementara, Penjabat Wali Kota (Wako) Prabumulih, Richard Cahyadi mengapresiasi langkah yang dilakukan Disdikbud dengan mendatangkan langsung pakar metode belajar tersebut. “Saya memberikan apresiasi kepada Disdikbud yang sudah menyelenggarakan seminar dan training SB3, dan tentunya bisa disosialisasikan dan diterapkan di Kota Prabumulih. Semoga metode tersebut bisa diterapkan sesuai dengan strateginya, agar anak-anak yang tergolong masih balita yang ada di lembaga PAUD maupun SD bisa cepat membaca,” harapnya.

Masih kata Richard, hal itu akan sangat berdampak pada pembentukan SDM Prabumulih ke depan. “Kalau sedari dini anak-anak sudah bisa membaca, mereka akan memiliki kemampuan lebih yang akhirnya membanggakan kota Prabumulih. Kegiatan itu saya anggap sesuatu yang sangat bermanfaat dan sudah lama ditunggu oleh para orang tua yang telah mempercayakan anak-anak mereka di PAUD dan SD,” pungkasnya.

Laporan          : Irfan

Editor/Posting : Imam Ghazali