Tuntutan GAR Dinilai Tak Rasional, Ratusan Alumnus ITB Dukung Din Syamsuddin Tetap Menjadi MWA ITB

179
Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, Prof Dr. KH. Din Syamsuddin, MA.

Sumateranews.co.id, JAKARTA – Permintaan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) agar Prof Dr. KH. Din Syamsuddin, MA., segera dicopot dari Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, berbuntut panjang.

Selain menuai reaksi, juga membuat ratusan Alumnus ITB tetap meminta Prof Dr Din Syamsuddin MA menjadi MWA ITB. Permintaan ini salah satunya datang dari Alumnus ITB, yakni Guru Besar Bidang Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta Prof. Ir. H. Koesmawan AS, M.Sc., M.BA., DBA yang merupakan alumnus Teknik Industri ITB Tahun 1971.

Bahkan tak hanya sekedar memberikan dukungan semata, namun juga disampaikan dalam bentuk surat pernyataan dukungan terhadap Prof Dr. KH. Din Syamsuddin, MA., yang diterima oleh Redaksi, Senin (29/6/2020) dan sudah ditandatangani sebanyak 189 Alumnus ITB.

Dalam surat pernyataan tersebut, sedikitnya ada tiga poin pernyataan yang ditulis, diantaranya: Pertama, Din Syamsudin telah dipilih oleh Senat Akademik ITB sebagai salah satu anggota Majelis Wali Amanat ITB periode 2019-2024.

“Kami percaya Senat Akademik ITB tentu telah mempertimbangkan dengan matang pengajuan beliau berdasarkan kapasitas kenegarawanan dan intelektualitas yang beliau miliki,” bunyi pernyataan tersebut.

Kedua, kami bangga bahwa sejauh ini almamater kami ITB selalu menjunjung tinggi kebebasan akademik setiap civitas akademikanya. Dan hal ini merupakan ciri penting suatu perguruan tinggi berkualitas dunia.

“Kami mendukung seluruh civitas akademik ITB termasuk anggota Majelis Wali Amanat ITB, dalam hal ini Prof. Dr. KH Din Syamsudin, MA.,, untuk bebas menyampaikan aspirasi dan pandangannya sesuai dengan kapasitas pribadinya, sebagai kontribusi pemikiran bagi bangsa dan negara ini,” bunyi pernyataan ketiga.

Menurut Koesmawan selaku Guru Besar ITB Ahmad Dahlan Jakarta saat diwawancarai secara intensif melalui via telp terkait surat pernyataan dukungan tersebut menerangkan dukungan tersebut merupakan hasil rapat dari 189 alumnus yang menyatakan komitmen dalam memberikan dukungan untuk mendukung Din Syamsudin jangan mundur dari MWA ITB.

“Bagi saya pribadi dan beberapa pendapat yang diutarakan teman-teman ikatan alumnus ITB yang menandatangani surat pernyataan dukungan tersebut, bahwa alasan permintaan pihak GAR terhadap penolakan Din Syamsudin sebagai anggota MWA bahwa Prof. Dr. KH Din Syamsudin, MA., radikal sangat membingungkan dan dianggap kurang rasional,” jelas Koesmawan.

Lebih lanjut, Koesmawan menambahkan, bahwa pihaknya selaku alumnus ITB sewaktu masih duduk di bangku kuliah di ITB sudah terbiasa diberikan kebebasan ilmiah dalam kampus ITB sehingga tak heran jika kampus ITB dikenal sebagai kampus yang menghargai sikap kritis.

“Oleh karena itu, sikap Prof Din Syamsuddin yang saat ini sering kritis terhadap pemerintah harus dimaklumi sebagai bagian dari bentuk kebebesan demokrasi, yang sejak dulu diperjuangkan ITB,” tandasnya.

Menurut keterangan yang diperoleh dari Rektor ITB Ahmad Dahlan melalui Prof. Dr. Ir. H. Koesmawan, M.Sc., M.BA., DBA., selaku guru besar di ITB Ahamd Dahlan menjelaskan bahwa apabila Prof Din Syamsuddin ditolak oleh pihak rektorat ITB, maka pihak rektorat ITB Ahmad Dahlan siap menerima Prof Din Syamsuddin dengan segala kehormatan.

Laporan : Danu/Red III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here