Tuntut Gaji Tak Dibayar 10 Bulan PT JSC, Ratusan Karyawan Tetap Lakukan Aksi Mogok Kerja

31
Tuntut Gaji Tak Dibayar 10 Bulan PT JSC, Ratusan Karyawan Tetap Lakukan Aksi Mogok Kerja

PALEMBANG Ratusan buruh yang menamakan dirinya dari Serikat Pekerja PT Jakabaring Sport City (JSC) memenuhi pintu gerbang masuk Jakabaring Sport City Palembang.

Ratusan Buruh ini  melakukan aksi mogok kerja di depan gerbang masuk Jakabaring Sport City (JSC) Kamis (8/4/2021).

Hardi Koordinator Lapangan yang merupakan Ketua Serikat Pekerja JSC   dalam orasinya menyebutkan bahwa Aksi yang dilakukan ini tidak lain guna meminta hak dan menuntut gaji para  pegawai JSC.

“Kami disini merupakan  karyawan tetap PT. JSC Palembang  yang tidak dibayarkan gajinya selama 10 bulan yakni dimulai dari bulan  Juni 2019 hingga bulan  Maret 2020,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa pada bulan  Juni tahun 2019 hingga bulan  Maret 2020 gaji pegawai JSC tidak dibayarkan oleh Pihak  manajemen Jakabaring Sport City hingga saat ini.

Ketua Serikat Pekerja JSC Hardi ketika diwawancarai usai melakukan aksi demo mengatakan bahwa aksi mogok kerja ini dilandasi oleh beberapa faktor yakni tidak dibayarkannya gaji pegawai JSC pada  tahun 2019 yang lalu.

Kemudian dirinya menyebutkan ada sekitar 197 orang pegawai JSC yang ikut mogok kerja hari ini.

“Tahun 2020 dan 2021 dibayarkan akan tetapi gaji kami yang pada tahun 2019 lalu selama 10 bulan,  tidak dibayarkan oleh Pihak manajemen JSC,” sebutnya.

“Total gaji pegawai JSC  selama 10 bulan tersebut  diperkirakan  sekitar Rp 9 miliar rupiah,” urai  Hardi disela-sela aksi damai mogok kerja.

Hardi, menerangkan, menurut keterangan dari  Manajemen PT JSC pembayaran gaji masih menunggu penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Namun pihak  manajemen JSC  beralasan masih   menunggu penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera yang kami tidak diberi tahu sama sekali bagaimana mekanisme dan teknisnya tersebut,” ucapnya.

Hardi juga menyayangkan atas sikap pihak manajemen, PT JSC yang terkesan hanya berharap pada anggaran APBD Provinsi Sumatera Selatan  untuk membayar gaji pegawai JSC.

“Kita sangat sayangkan dengan sikap pihak manajemen  PT JSC itu. Seharusnya jangan berpatokan dengan APBD Provinsi Sumatera Selatan  untuk membayarkan gaji dan mensejahterakan karyawannya,” terangnya.

“Sementara kami hanya diberi  tahu secara lisan saja alias janji kosong saja, tidak secara tertulis,” sebutnya.

Dikatakannya juga bahwa  pihaknya yang dalam hal ini pegawai JSC sudah  melaporkan hal ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan untuk dilakukan mediasi dengan pihak manajemen PT. JSC.

Oleh karena itu, lanjut Hardi, selain meminta gaji, pihaknya juga meminta PT JSC membuat peraturan perusahaan yang jelas tentang hak dan kewajiban pegawai JSC.

Serikat pekerja PT JSC mengancam apabila aksi mogok kerja akan dilakukan selama satu bulan jika tuntutan masih belum dipenuhi.

“Aksi mogok kerja kami lakukan satu bulan sampai menunggu hak kami terpenuhi, ” katanya.

Sementara itu, ditempat terpisah Direktur Utama PT  JSC Meina Fatriani Paloh ketika dikonfirmasi terkait aksi mogok kerja pegawai JSC mengatakan, bahwa pihaknya akan mengakomodir  tuntutan para pegawai JSC.

Serta berjanji bakal membayarkan gaji karyawan di bulan ini.  “Kita akan membayarkan gaji karyawan yang belum dibayarkan 10 bulan, dari Juni 2019 hingga Maret 2020,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa belum dibayarkannya gaji karyawan karena PT JSC tidak memiliki uang pasca Asian Games 2018.

“Saya baru menjabat diakhir tahun  2018 kemarin, memang  kondisi keuangan kita  sangat prihatin karena tidak memiliki uang kas lagi,” katanya.

Hal ini dikarenakan pasca Asian Games 2018 lalu uang  digunakan untuk memperbaiki fasilitas yang ada di Kompleks JSC termasuk juga untuk  membayar beban listrik yang digunakan selama event tersebut.

“Kita saat itu tidak memiliki satu persen pun dana, ditambah 2019 lalu tidak adanya subsidi dari pemerintah sehingga kita tidak membayar full gaji karyawan,” jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan itu, kata Meina, pihaknya telah  membentuk tim marketing agar dapat membuat konsep dan mengadakan event- event komersil sehingga dapat  menghasilkan uang.

 “Oleh sebab itu, kita bakal membayarkan semua gaji karyawan dan pegawai JSC  pada bulan ini,” katanya.

Meina juga menjelaskan bahwa pihaknya telah  berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Sumatera Selatan.

“Kita akan  bayar berdasarkan  upah minimum Provinsi Sumsel. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Disnaker provinsi sumatera selatan kemudian akan berupaya untuk  meyelesaikan masalah ini di akhir bulan  April nanti,” tandasnya.

Laporan : Andrian III Editor : Syarif

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here