BOJONEGORO, – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, resmi berakhir pada Kamis (13/8/2026).
Upacara penutupan TMMD ke- 129 ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si.
Selama 30 hari penuh, kemanunggalan antara TNI dan rakyat telah mengakar di Desa Kesongo. Program ini tidak hanya meninggalkan infrastruktur baru, tetapi juga membawa angin segar lewat berbagai program pemberdayaan yang menyasar langsung kesejahteraan warga setempat.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan TMMD ke-129.
Dukungan nyata ini disalurkan melalui kolaborasi program sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi Desa Kesongo.
“Total dukungan anggaran untuk pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 ini mencapai Rp5.285.770.402,” ungkap Setyo Wahono.
Anggaran besar tersebut dibagi ke dalam dua pilar utama pembangunan, Sasaran Fisik: Dialokasikan sebesar Rp4.748.564.324 untuk menggenjot pembangunan infrastruktur desa.
Sasaran Non-Fisik: Dialokasikan sebesar Rp537.206.078 yang diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan penyuluhan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat demi mendongkrak kemandirian warga.
Bupati Setyo Wahono menambahkan, esensi utama dari TMMD melampaui sekadar urusan semen dan batu.
Program ini adalah wadah sakral untuk memperkuat tali silaturahmi dan kolaborasi erat antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, hingga lapisan masyarakat terbawah.
Kerja keras berbuah manis. Seluruh target kerja yang telah dicanangkan dalam TMMD ke-129 terbukti berhasil rampung sepenuhnya tanpa cela.
“Seluruh rencana kegiatan, baik sasaran fisik maupun non-fisik, telah terlaksana 100 persen,” tegas Setyo Wahono.
Ia pun menitipkan pesan mendalam agar seluruh fasilitas dan ilmu yang telah didapat selama program ini bisa terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Baginya, keberhasilan sejati dari TMMD tidak diukur dari megahnya seremoni penutupan, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sinergi yang solid antara Pemkab Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, dan warga diharapkan menjadi modal sosial yang kuat untuk estafet pembangunan ke depan.
“Semoga rangkaian TMMD ke-129 Tahun 2026 ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat guna mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.
Meski TMMD ke-129 telah resmi ditutup, denyut nadi gotong royong yang telah terbangun selama sebulan terakhir dipastikan akan tetap hidup, menjadi bahan bakar utama warga Desa Kesongo untuk terus melangkah maju mandiri.
