Tujuh Bulan Menjabat Ungkap 70 Kasus, Boby Eltarik: Pelakunya Rata-Rata Tuna Karya

73
Kasat Narkoba Polres Lahat, AKP Boby Eltarik SH.

Sumateranews.co.id, LAHAT – Bagi kalangan pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkotika khususnya di sekitar wilayah Lahat, nama AKP Boby Eltarik SH bagai seperti momok dan ditakuti para pelaku sindikat jaringan narkoba. Bagaimana tidak, semenjak menjabat sekitar 7 bulan lalu, Kasat Narkoba Polres Lahat ini telah berhasil mengungkap 70 kasus.

“Dari seluruh kasus itu, pelakunya rata-rata Tuna Karya (pengangguran, red),” ungkap Kasat Narkoba Polres Lahat ini, saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (16/10/2019).

Boby mengatakan, kabupaten Lahat termasuk salah satu wilayah dengan penguna Narkoba terbanyak yang berasal dari berbagai unsur elemen. Cara peredarannya pun, disebutkan boby sudah memprihatinkan, yakni melalui pengiriman barang gelap tanpa diketahui asal usulnya.

Selain penyalahgunaan narkotika, lanjut Boby, tindakan penyimpangan dan penyalahgunaan zat adiktif seperti bahan lem Aibon dan Komik (obat batuk cair) juga marak di kalangan remaja dan anak-anak putus sekolah.

“Penggunanya banyak dari kalangan remaja dan anak-anak putus sekolah, dan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi,” jelas Boby.

Menurut Boby, kedua jenis barang ini selain murah, juga mudah didapat dan dijual bebas di warung- warung. Oleh karena itu, dirinya berharap peran pemerintah, unsur politik beserta orang tua sangat besar untuk ikut bersama mencegah dan memberantas musuh nomor 3 negara ini.

“Kita berharap pemerintah daerah turut proaktif dalam memerangi peredaran Narkoba, khususnya Aibon dan Komik yang menjangkiti di kalangan remaja. Setidaknya pemerintah membuat aturan Perda mengenai aturan pembelian Komik dan Aibon,” imbuh Kasat.

Ditambahkan Boby, dengan hanya mengadakan operasi dan penangkapan pada kasus peredaran Narkoba sebenarnya bukan cara yang tepat dalam menanggulangi tingginya peredaran Narkoba. Menurutnya, diperlukan adanya Sosialisasi dari P4GN yang cikal bakal BBN Lahat dan gerakan yang dapat menyadarkan dan memberikan pemahaman bagi kalangan remaja tentang bahayanya memakai narkoba.

“Disamping itu, juga perlu ditingkatkan pengetahuan tentang keagamaan serta diisi dengan hal yang positif. Kita dari Kepolisian menangkap pengedar narkobanya saja,” tandasnya.

Terakhir, dirinya menginginkan Kabupaten Lahat Bebas Narkoba dan mempunyai Slogan “Jeme Lahat Bersih dari Narkoba”.

“Kalau Stackholder bersatu dalam pemberantasan Narkoba dan memperdakan aturan yang boleh dibeli untuk Komik dan Aibon, mudah-mudahan Lahat bersih Narkoba,” tukasnya.

Laporan : Novita/Idham

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here