Transportasi Asian Games Jadi Biang Keluhan

0
197
Para penonton dan wartawan yang sedang istirahat berjam-jam menunggu angkutan di areal JSC. (foto: yudi)

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kurang baiknya pelayanan transportasi Asian Games menjadi biang keluhan. Tak hanya penonton, tapi juga awak media mengeluhkannya. Ditambah pelarangan membawa sepeda motor di areal Jakabaring tentu menambah derita para peliput berita yang dalam kinerjanya selalu dikejar waktu penayangan. Sebab mereka kesulitan mengejar berita untuk liputan ke venue-venue lainnya.

Hal itu sebagaimana disampaikan Adri wartawan Mitrapol. Dirinya seperti dihalang-halangi saat ingin masuk ke area Jakabaring Spory City (JSC) menggunakan sepeda motor, Jumat siang (24/8/2018).

“Saya sangat kesulitan untuk meliput ke venue-venue lainnya, dikarenakan pihak Inasgoc melarang wartawan untuk masuk menggunakan roda dua demi mengejar berita. Kami disuruh masuk menggunakan bus yang sudah disediakan oleh Inasgoc. Kalau saya mau ke venue lain harus menunggu lama mobil golf untuk menjemput. Sebab sifat mobil tersebut tidak standby di tempat venue, hingga saya saya harus menunggu hingga berjam-jam,’’ keluh Adri.

Sementara Dudin dari Brita-Brita mengaku kalau dirinya ingin balik ke MPC namun karena tidak ada mobil yang datang, terpaksa berjalan. ‘’Saya sudah menunggu berjam-jam tapi mobil tak ada yang dating, terpaksa jalan kaki. Akibatnya saya dan rekan-rekan wartawan lain mengalami sakit kepala karena panas,’’ ujarnya.

“Jadi kami sangat menyayangkan peraturan Inasgoc yang sangat menyusahkan kami untuk liputan Asian Games. Kalau memang tidak dibolehkan kami masuk bawa kendaraan sendiri, mestinya pihak Inasgoc harus mempersiapkan transportasi untuk ke venue-venue. Jangan seperti sekarang ini kami ditelantarkan hingga ber jam-jam,’’ tegas Dudin.
Sementara Sugiono penonton dari Jawa Barat saat diwawancarai mengaku kalau dirinya sangat kecewa atas semrawutnya transportasi di JSC.

“Kami ini penonton dari Jawa Barat Mas, kami menunggu kendaraan di sini sudah hampir dua jam. Ini kan pesta olahraga terbesar di Asia. Katanya menghabiskan uang yang tidak sedikit, fasilitasnya cukup. Lho kok ini malah seperti ini. Kami tadi harus bolak-balik berjalan kaki, karena kata supir salah satu mobil yang mirip kendaraan untuk golf bilang harus menunggu di fullnya, terus harus bilang sama kepala tim di sana. Nyatanya seperti lempar tanggung jawab semua ini orang-orang,” ujar Sugiono menyesalkan.

Laporan : Yudi/Tim
Editor/Posting : Imam Ghazali