Tragis! Gara-gara Demo Penanganan Covid-19, Ratusan Tenaga Medis RSUD OI Dipecat

453
Tragis dan miris, ungkapan inilah yang selalu dilontarkan masyarakat, saat mendengar ratusan honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dipecat secara tidak hormat oleh pihak RSUD Kabupaten Ogan Ilir.

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR – Tragis dan miris, ungkapan inilah yang selalu dilontarkan masyarakat, saat mendengar ratusan honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dipecat secara tidak hormat oleh pihak RSUD Kabupaten Ogan Ilir.

Bagaimana tidak, alih-alih mendapatkan hasil tuntutannya yang dilakukan dengan aksi demo di kantor DPRD dan RSUD beberapa waktu lalu, mereka malah ditanggapi dengan pemecatan oleh pihak RSUD Bumi Caram Seguguk.

Saat dikonfirmasi, Dirut RSUD Ogan Ilir, dr Roretta Arta Guna Riama mengaku, bahwa yang dipecat berjumlah 109 orang. “Sudah menjadi keputusan Bupati, kan SK honorer atau TKS (tenaga kerja sukarela) yang menerbitkan Bapak Bupati, jadi yang bisa memecat Bapak Bupati,” ujarnya, Kamis (21/5).

Dibeberkannya juga, bahwa 110 yang beredar di media sosial itu salah, melainkan hanya 109 honorer yang dipecat. “Bukan 110 Pak, tapi 109,” katanya seraya mengaku SK pemecatan sudah keluar, tapi belum dijadikan kepada yang bersangkutan.

“Sudah ditandatangan Bupati, surat pemecatannya, nanti pihak kepegawaian yang menyampaikan,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto yang dimintai pendapatnya soal pemecatan 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir itu mengaku prihatin.

“Pagi hari ini sudah saya perintahkan Direktur RSUD Ogan Ilir untuk memanggil seluruh tenaga medis yang tidak masuk, agar kembali bekerja. Namun dari keterangan Direktur, meski sudah dipanggil mereka tetap tidak mau masuk,” katanya.

Suharto sendiri berharap agar para tenaga medis yang telah diberhentikan jika ingin kembali bekerja agar menerima persyaratan yang telah ditentukan RSUD Ogan Ilir.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Golkar Muhammad Iqbal mengaku, sangat menyayangkan apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam hal ini Bupati HM Ilyas Panji Alam.

“Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan Bupati, yang telah melakukan pemberhentian terhadap tenaga honor kesehatan di RSUD Ogan Ilir,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan para pendemo dalam hal ini tenaga honorer dibalas kontan dengan pemecatan. “Yang kemarin berdemo menuntut agar dipenuhi beberapa kebutuhan dalam mengatasi Wabah Corona, namun apa yang didapat, mereka ternyata diberhentikan,” paparnya.

Padahal seharusnya, lanjut dia, mereka diberi semangat dan dipenuhi segala keperluannya dalam menghadapi wabah ini. “Sekali lagi sangat menyedihkan, dan ini mungkin satu satunya kejadian yang menyedihkan buat tenaga kesehatan di Indonesia dalam menghadapi Corona ini,” tukasnya.

Laporan : AL III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here