Tragis, Bustoni Tewas Oleh Besan dan Menantunya Sendiri

0
160
Para keluarga korban pembunuhan tampak berkumpul di TKP. (foto: lubis)

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR- Sungguh tragis yang dialami oleh Bustoni (67), warga Dusun I Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Sebab, korban harus meregang nyawa di tangan besan dan menantunya sendiri.
Pelakunya, M Yamin (62) dan Adriasyah (32), keduanya merupakan warga Komplek Seduduk Putih Gang Iskandar Muda Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Peristiwa mengerikan ini terjadi di depan rumah korban pada Selasa (20/2/2018) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Informasinya pembunuhan tersebut ditengarai masalah hutang piutang.

Disinyalir korban tidak mau membayar sisa hutangnya. Kedua tersangka mendatangi rumah Bustoni yang saat itu sedang duduk di teras rumah bersama anaknya Zainudin.

Tanpa basa-basi kedua pelaku langsung menyerang dan menusukkan pisau lipat di bagian dada kiri. Sedangkan pelaku lainnya Adriasyah memukul Zainudin (adik ipar tersangka) di bagian kepala.

Dari peristiwa ini, Bustoni meregang nyawa saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ogan Ilir Tanjung Senai. Sedangkan Zainudin hanya mengalami memar di bagian tengkuk.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad SIK,MH melalui Kasat Reskrim Iptu Sondi Fraguna,SH mendapatkan informasi dari warga tentang adanya peristiwa pembunuhan tersebut dan dua orang pelaku langsung melarikan diri.

Mendapat informasi tersebut, Tim Srigala Polres Ogan Ilir langsung mencari informasi keberadaan pelaku dan Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 19.15 WIB langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku di Balai Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara tanpa melakukan perlawanan dan langsung diamankan di Mapolres Ogan Ilir.

“Kedua pelaku dikenakan Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Kita mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau lipat, satu buah pisau gagang warna coklat dan satu unit sepeda motor Suzuki Thunder nopol BG 4479 NG,” tandasnya, Rabu (21/2/2018) kepada awak media.

Laporan : H. Sanditya Lubis
Editor/Posting : Imam Ghazali