Tolak Putusan Perusahaan, FBI Gelar Demo ke PT Lingga Kargo

352

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Federasi Buruh Indonesia (FBI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Lingga Kargo bertempat di Jalan Kamboja tepatnya depan Stadion Kamboja, Rabu (07/08/2019). Dalam orasinya Ketua FBI Sumsel Ramli mengatakan, mereka menolak keputusan yang disampaikan Pimpinan PT. Lingga Kargo Ibrahim.

‘’Sebab kebijakan PT Lingga Kargo akan memberikan upah sebesar 50 persen dan akan dibayarkan selama 6 bulan, jelas hal itu merugikan kami sebagai buruh,’’ tegas Ramli, Kamis (8/8).

Sebenarnya, hal tersebut sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. ‘’Apabila tidak ada tindak lanjut,  maka kami akan melakukan upaya hukum yang pertama. Dan, ada beberapa point yang belum dijawab oleh pihak perusahaan, salah satunya adanya duagaan penggelapan terhadap hak-hak kawan buruh yang kemudian kami akan melaporkan pelanggaran hak normatif oleh PT. Lingga. Yang pasti kami akan melakukan aksi selanjutnya apakah ke Disnakertrans atau ke Walikota dan Gubernur apabila tidak ada kesepakatan. Sebetulnya ada beberapa tuntutan. Yang pertama, perusahaan telah merugikan pekerja sejak tahun 2015 dengan membayar upah minimum. Yang kedua perusahaan telah membayar upah tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003. Selanjutnya perusahaan tidak pernah memberikan peraturan perusahaan kepada pekerja,  perusahaan tidak pernah memberikan slip gaji kepada pekerja, perusahaan memotong upah pekerja tanpa kesepakatan. Menurut kami PT. Lingga sudah sangat banyak melakukan pelanggaran kepada pekerja,’’ papar Ramli.

Rahmad Setiandi salah satu pekerja di PT. Lingga Kargo yang mengaku sebagai sopir ketika diwawancarai seusai melakukan aksi mengatakan, unjuk rasa saat ini dirasakan adanya intimidasi dari perusahaan. ‘’Saya Cuma meminta kepada perusahaan agar memberikan hak-hak buruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,’’ cetusnya.

Kepala Cabang PT. Lingga Kargo Ibrahim pada saat dikonfirmasi mengatakan, intinya dia masih berprasangka baik terhadap mereka. ‘’Kita akan menyelesaikan secara kekeluargaan, perusahaan masih bisa memperhatikan kalau tidak sama sekali kan itu beda lagi. Perusahaan masih mempertimbangkan dan masih berbaik hati. Yang dikabulkan oleh perusahaan adalah, dari 2015-2019 kekurangan gaji untuk UMK nya, sesuai dengan keadaan perusahaan yang mengalami goncangan pada saat ini,’’ katanya.

Kebijakan perusahaan akan membayarkan 50 persen tapi secara bertahap dengan jangka waktu 10 bulan kalau mereka terima alhamdulillah kalau tidak terima ya mungkin urusannya lain lagi.

‘’Ini sudah berkoordinasi dengan pimpinan pusat. Apabila tidak ada titik temu silakan untuk menempuh jalur lain,’’ tegasnya.

 

Laporan          : Faisal/Are

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here