Tokoh Agama Budha Muara Enim Pun Turun ke Jalan Bersama Massa dan Ormas Mengecam Tindakan Negara Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

0
271

Sumateranews.co.id, MUARA ENIM – Persoalan Krisis kemanusiaan yang saat ini terjadi di negara Myanmar terhadap umat muslim Rohingya, terus mengundang reaksi dan protes masyarakat dunia.
Bahkan di Indonesia, protes berupa kecaman dan unjuk rasa terjadi dimana mana. Diantaranya, seperti yang dilakukan massa dan sejumlah ormas di Kabupaten Muara Enim. Selain menyampaikan aksi protesnya, massa juga menggelar aksi solidaritas serta partisipasi dengan melakukan penghimpunan dana untuk membantu umat Muslim Rohingya yang sedang membutuhkan bantuan dana dan dukungan moril.
Ratusan massa yang berasal dari ormas, OKP dan para pelajar yang tergabung dalam Forum Solidaritas Masyarakat Muara Enim Untuk Rohingya menggelar aksi turun ke jalan. Massa mengutuk dan mengecam aksi kejahatan negara Myanmar terhadap umat Muslim Rohingya di Myanmar yang dinilai sudah diluar batas kemanusiaan.
Para aktivis-aktivis organisasi massa dan organisasi pemuda di Kabupaten Muara Enim seperti FKPPI, KNPI, PWI, Pemuda Muhammadiyah, BEM se-Muara Enim,Karang Taruna, FKPSM, BKPRMI, LDK AL Azam STI TAR, Repdem, BMI, KAMMI, KAHMI Pelajar dan lain lain bergabung jadi satu,melakukan aksi berunjuk rasa, berorasi meneriakan, kecaman, serta mengutuk perbuatan orang orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatas namakan orang suci Biksu terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar.
“Perbuatan mereka sudah tidak berprikemanusiaan lagi, sehingga membuat umat muslim Rohingya hidup menderita di negara Myanmar dan harus mengungsi saat ini. Untuk itu selain melakukan aksi mengecam tindakan Myanmar kita juga melakukan aksi simpatisan dengan turun ke jalan mengumpulkan dana untuk saudara kita muslim Rohingya,” ujar Andi Chandra SE, yang juga Ketua PWI Kabupaten Muara Enim.
Hal sama juga disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Muara enim, Ludy Jhansyah SH. Menurut Ludi, aksi digelar secara spontanitas dan panggilan hati nurani melihat kejadian yang menimpa umat Muslim Rohingya di negara Myanmar tersebut.
“Kami mengadakan aksi ini sebagai bentuk kepedulian sebagai umat manusia serta kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan moril dan semangat kepada Umat Muslim Rohingya yang saat ini sedang tertindas,” sebut Ludi. 
Senada juga dikatakan oleh Ketua KNPI Kabupaten Muara Enim, Adriansyah SE. “Kita menganggap bahwa tragedi kemanusiaan terhadap muslim Rohingya dinegara Myanmar, sudah diluar kewajaran. Dan harus segera dihentikan. Untuk itu kami mendesak kepada Pemerintah untuk melakukan aksi nyata dan meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan perbuatan diluar prikemanusiaan tersebut,” jelas Adriansyah.
Aksi massa semakin menyentuh, setelah salah satu tokoh agama Budha di Muara Enim yakni, Johan Ong ikut turun ke jalan dan menyampaikan orasi. Johan Ong mengutuk keras terhadap apa yang telah terjadi di negara Myanmar.
“Tindakan yang dilakukan terhadap muslim Rohingya sangat tidak manusiawi,” teriak Johan Ong.
Menurut Johan Ong, dalam ajaran agamanya (Budha), sangat melarang melakukan tindakan yang tidak manusiawi, menyakiti orang lain. “Apalagi sampai menghilangkan nyawa manusia. Itu jelas sangat tidak dibenarkan dalam ajaran agama Budha,” ucap Johan.
Bahkan di salah satu orasinya, Johan Ong meminta penghargaan Nobel perdamaian yang diberikan kepada pemimpin Myanmar agar dibatalkan dan ditarik kembali. “Saya rasa setiap ajaran agama sama. Menuju kepada kebaikan bersama, maka untuk itu kami meminta agar penghargaan Nobel yang diberikan kepada pemimpin Myanmar dapat ditarik kembali, karena itu sangat bertentangan dengan kenyataan yang terjadi “ pinta Johan.
Kegiatan aksi solidaritas untuk muslim Rohingya di Muara enim ini di rencanakan akan berlangsung 4 hari serta di ikuti oleh 18 organisasi masyarakat di Muara enim.
Laporan : Deka Saputra
Editor : Abdullah Donni
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article