Nunukan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0911/Nunukan terus menunjukkan progres nyata di wilayah perbatasan. Salah satu sasaran fisik yang menjadi prioritas adalah pembukaan badan jalan sepanjang 3.000 meter di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi akses utama bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat distribusi.
Sejak dimulainya pekerjaan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong membuka jalur yang selama ini sulit dilalui. Dengan memanfaatkan alat berat, proses pembukaan badan jalan terus dikebut agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga. Keberadaan jalan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Liang Bunyu.
Danramil 0911-07/Sebatik Barat, Kapten Inf Muhajir, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat perbatasan, khususnya para petani yang selama ini mengalami kendala dalam membawa hasil panen keluar dari lahan mereka.
“Pembukaan jalan ini sangat penting karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga Desa Liang Bunyu menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Selama ini akses menuju lahan maupun untuk mengangkut hasil panen masih cukup sulit. Melalui TMMD ke-129, kami berharap jalan ini dapat memperlancar aktivitas masyarakat sehingga biaya angkut dapat ditekan, distribusi hasil panen menjadi lebih cepat, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Kapten Inf Muhajir.
Menurutnya, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah perbatasan yang masih membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur dasar. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak hari pertama pelaksanaan pekerjaan. Warga secara sukarela turut membantu personel Satgas TMMD dalam berbagai tahapan pekerjaan sebagai wujud semangat gotong royong. Mereka berharap jalan tani sepanjang 3 kilometer tersebut segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperlancar aktivitas pertanian, membuka akses ekonomi baru, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Melalui TMMD ke-129, Kodim 0911/Nunukan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat perbatasan.
