Tim Monitoring BNPB Pusat Datangi Rakor Karhutla Sumsel

99

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kegiatan  Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan kedatangan tamu tim monitoring dan evaluasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dikepalai oleh Marsda TNI (Purn) Abdul Muis, Brigjend Pol (Purn) Hasanudin dan tim, yang merupakan  staf ahli dari BNPB Pusat.

Kegiatan Rapat Koordinasi ini sendiri dilaksanakan di Posko BPBD Satuan Tugas Kebakaran Hutan Dan Lahan Prov. Sumsel Jl. Gubernur Haji Asnawi Mangku Alam Kota Palembang, yang dimulai dari pukul10.15 WIB dan dihadiri oleh : Kalaksa BPBD Prov. Sumsel Iriansyah, Staf Ahli BNPB Marsda TNI (Purn)  Abdul Muis, Brigjen Pol (Purn) Hasanuddin, Danrem 044/Gapo diwakili oleh Kasi Opsrem 044/Gapo Mayor Kav Delvy Marico, Danlanud SMH Palembang yang diwakili oleh Kadis Ops Lanud Letkol Pas Iyan Rusdian, SE, Asisten Operasi Kasdam II/Swj Kolonel Inf M. Asmi , Lo AU BNPB Kol. Adm Taufik Hari, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Klas 1 Palembang. Nandang, Kepala Bid. Penanganan Darurat Ansori, dan pejabat BPBD kabupaten, Polda Sumsel dan beberapa stakeholder yang terkait dengan  karhutla.

Mengawali di pembukaan Rakor Kepala BPBD Sumsel H. Iriansyah  mengutarakan bahwa seluruh instansi yang terkait dalam Karhutla ini, agar saling bahu membantu penanganan karhutla pada tahun 2019 ini agar dapat ditekan angka hotspot dengan kendala lahan gambut yang luas dan cuaca yang panas. ‘’Maka dari itu  marilah kita sosialisasikan kepada masyarakat di seluruh wilayah yang di daerahnya rawan kebakaran dan  pihak BPBD Prov. Sumsel sendiri siap membantu sepenuhnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan ini,’’ ujarnya.

Dalam arahannya tim ahli dari BNPB, Marsda TNI (Purn)  Abdul Muis mengutarakan bahwa penyebab kebakaran hutan kita ini 99 % perbuatan manusia dan 1% karena faktor alam. ‘’Yang  99 % dari penyebab manusia ini disengaja dan tidak disengaja. Yang mana manusia itu berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta kurangnya lahan pekerjaan dalam memenuhi kehidupannya. BPBD tidak hanya menjadi penolong pada setiap bencana alam saja, akan tetapi BPBD kita tetapkan juga sebagai pemadam kebakaran untuk memadamkan lahan dan perkampungan yang terbakar agar tidak meluas,’’ tegasnya.

‘’Maka dari itu saya perintahkan kepada para Ketua BPBD dan perangkatnya yang ada di provinsi dan kabupaten agar menosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak membakar lahan gambut untuk membuka perkebunan terutama pada daerah yang mudah terbakar dan sering terjadi kebakaran,’’  tambahnya.

Guna mengantisipasinya, kita harus mengutamakan pencegahan namun siap selalu apabila dibutuhkan untuk penanggulangan, libatkan partisipasi semua pihak sesuai dengan kapasitas masing masing. ‘’Ubah mindset masyarakat untuk cinta memelihara hutan dan adakan pendekatan kesejahteraan, sosial budaya guna pelestarian lingkungan serta langkah yang terakhir  merupakan langkah penegakan hukum. Dengan upaya upaya yang kita laksanakan selama ini harapannya tingkat kesadaran warga kita semakin tinggi dan tidak akan membakar lahan lagi. Sehingga kita tidak akan terbebani segala pikiran, tenaga, dan materi untuk menanggulangi kebakaran hutan ini,’’ tandasnya.

 

Laporan          : Are/Ril

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here