Tim Beruang Polres Muratara Obok-obok Tambang Emas Ilegal Sungai Suka Menang

0
348

Amankan 4 Pelaku, 7 Lainnya Berhasil Kabur

MURATARA – Tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara berhasil menutup dan mengamankan empat pelaku tambang emas ilegal di aliran Sungai Dusun 5, Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, pada Rabu (06/10/2021).

Keempat pelaku ini di antaranya, Agus Saputro (28) berasal dari wilayah Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, kemudian Rudi (21), Rian dan Deni (39) ketiganya warga Desa Suka Menang.

Sedangkan untuk 7 pelaku lainnya berhasil melarikan diri, saat penggerebekan di lokasi tambang, termasuk bos Dompeng bernama Jatmiko (40) warga Kecamatan Bakromo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Rahmad Dedy Hidayat mengatakan, penangkapan terhadap para pelaku dilakukan di lokasi tambang Ilegal Mining, dengan menempuh jalur darat atau berjalan kaki sejauh 2,5 Kilometer kelokasi tambang ilegal.

“Pelaku sudah tiga bulan melakukan penambangan emas ilegal di wilayah Karang Jaya,” kata Kasat Reskrim AKP Dedy.

lanjut, ia menjelaskan, petugas juga berhasil menemukan lahan dompeng yang diketahui milik Konik warga Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, yang sedang beroperasi.

“Para pekerja yang melihat petugas datang, langsung kocar kacir melarikan diri, namun empat lainnya berhasil kita amankan,” terangnya.

Sementara lima orang yang berhasil melarikan diri yakni Toni, Rebit, Supri, Eko, Joni yang semuanya warga Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Kasat menyebut, dari keterangan pelaku yang berhasil diamankan, mereka mengaku bekerja, dengan upah sistem bagi hasil dan juga persenan.

Ia juga mengungkapkan, dari hasil penggerebekan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, pentolan emas dengan berat 4,52 gram, mesin genset, satu sepeda motor, alat untuk mengambil tanah seperti suntikan, dan satu jeriken minyak solar.

“Akibat perbuatannya keempat pelaku dapat dikenakan pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” ujarnya.

Sementara berdasarkan pengakuan dari salah satu pelaku bernama Agus, kepada awak media bahwa dirinya baru bekerja selama tiga bulan. Dalam bekerja ia menerima upah bervariasi, sesuai hasil perolehan dompeng.

Selain pengakuan tentang gaji, terduga pelaku juga mengaku mengetahui penyetoran kepada pemerintah Desa.

“Ada setoran setiap bulan,” katanya. (San)

Editor : Donni