Tiga Spesialis Curanmor di Masjid Dihadiahi Timah Panas

207

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Tiga tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering beroperasi di masjid diringkus Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur dan Polsek Lubuklinggau Selatan.

Ketiga tersangka sering melakukan pencurian kendaaraan sepeda motor spesialis) di masjid ini terpaksa dihadiahi timah panas di masing-masing kakinya sebanyak satu butir lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap anggota kepolisian Polsek Selatan dan Timur.

Pelaku yang diringkus yakni Ririn Rikardo (23) berstatus mahasiswa di Universitas Musirawas (Unmura), Epran Makruf (22) warga Desa Batu Gajah Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara, dan Deska Riansyah (23) warga Dusun 1 Desa Lawang Agung Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Ketiga tersangka berhasil diringkus, Selasa (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB di kosan mereka di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Penangkapan tersangka Ririn dan Epran berdasarkan hasil pengembangan tersangka Deska Riansyah yang beberapa jam sebelumnya sekitar pukul 09.00 WIB diringkus lebih dulu. Tersangka Deska diringkus di kosannya di Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Timur.

“Penangkapan hasil penyelidikan jajaran Polsek Timur dan Polsek Selatan, bahwa ada yang dicurigai melakukan tindakan curat curanmor. Indikasinya ada tiga orang,” kata Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain didampingi Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi dan Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Aprinaldi.

Setelah dilakukan penggeledahan dan penangkapan, Polisi menemukan barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Beat warna orange BG 2867 HM (hasil Curanmor), satu unit sepeda motor Supra X125 yang digunakan pelaku sarana melaukan tindak curanmor. Kemudian mengamankan BB satu buah kunci T, sejumlah kaca spion motor, dua buah kopiah warna cokelat dan hitam yang digunakan pelaku pada saat melakukan curanmor. Lalu baju milik tersangka yang digunakan untuk melakukan pencurian.

“Jadi mereka beraksi modusnya, dia menggunakan kunci T. Dua orang patroli, melihat situasi, memantau di depan,” jelasnya.

Satu orang tersangka lagi bertugas selaku pemetik yakni Deska. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Ririn dan Epran bertugas, mengawasi situasi di sekitar masjid.

“Imbauan, sasaran pelaku kejahatan bukan hanya di tempat perbelajaan, melainkan di masjid juga, agar masyarakat untuk menambahkan kunci ganda,” timpal Wakapolres.

Lebih lanjut, saat ini pelaku kejahatan khususnya curanmor mengincar di tempat ibadah yakni di masjid. Pihaknya juga mengimbau kepada setiap Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi agar pada saat melakukan ibadah, kendaraan juga diantisipasi jangan sampai terjadi pencurian motor.

Hasil interograsi dan keterangan dari kertiga tersangka, mereka telah melakukan curanmor disejumlah wilayah di Lubuklinggau. Di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Timur berdasar LP/B-46/III/2018/Reskrim, 5 Maret 2018 dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Masjid Nazirul Iman, mencuri motor Honda Revo BG 3955 AAT warna hitam.

TKP di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Selatan terdapat empat LP. Diantaranya LP/B-/65/IV/2018/Reskrim, 1 April 2018, TKP di masjid Nurul Ihsan (Simpang Priuk), kerugian satui motor Honda Beat warna putih. Lalu TKP di mushola Als Mustawa pada Maret 2018 dengan kerugian satu unit motor Yamah Vega R warna merah.

TKP di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Utara dua LP. Yakni TKP di masjid Kelurahan Ulak Surung, kerugian satu unit sepeda motor Honda Supra X dan TKP di simpang waringin depan cucian Suez, kerugian satu motor Yamaha Mio Soul warna merah hitam.

Selain itu, masih terdapat 7 TKP lagi berdasarkan keterangan para tersangka. Diantaranya di TKP masjid Riyadush Shalihin, kerugian satu motor Honda Beat BG 2367 HP warna black green. Lalu TKP di masjid Als Hidayah, kerugian satu motor Honda BG 6292 HW warna merah. TKP masjid Abu Bakar, kerugian satu motor Hondra Supra 125 BG 4074 GZ warna hitam.

“Dari hasil intrograsi BB hasil dari kejahatan yakni motor semuanya dijual di wilayah Kabupaten Muratara,” ungkapnya.

Sementara itu tersangka Ririn mengaku baru dua bulan melakukan pencurian motor dimasjid. “Aku nganter dua teman kemasjid pakai motor, boncengan. Rian masuk kemasjid pura-pura sholat. Aku ngawasi, sikoknyo ngambek motor,” jelasnya.

Kemudian, Ririn mengungkapkan motor hasil curian dijual diperkampungan atau dusun wilayah Desa Batu Gajah. “Setiap motor dijual Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Duit dari jual motor untuk beli sabu, bayar kosan dan main perempuan,” pungkasnya.

 

Sumber          : Donna April

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here