Tiga Oknum Kepala Desa di Kampar Terkena OTT Tim Tipikor Polres Kampar

154

Sumateranews.co.id, KAMPAR – TIM Tipikor Polres Kampar melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap 3 oknum Kepala Desa di wilayah Kampar. Penangkapan ketiganya karena terlibat kasus Tindak Pidana menyalahgunakan wewenang jabatan dengan cara melakukan pemerasan.

Ke-3 oknum Kepala Desa yang terkena OTT ini adalah PI Kades Sari Galuh, LS Kades Batang Batindih dan MU Kades Non Aktif Desa Tambusai, bersama tersangka juga diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta, 3 buah stempel, selembar kwitansi tanda terima uang dan 5 unit HP.

Peristiwa ini berawal pada Selasa siang (31/3/2020), saat itu PI selaku Kades Sari Galuh bersama LS Kades Batang Batindih dan MU Kades Non Aktif Desa Tambusai, mendatangi lokasi proyek pembangunan pabrik / kandang ayam milik PT. Wilkon yang berlokasi di Wilayah Desa Sari Galuh Kec. Tapung.

Sesampai di lokasi mereka langsung menutup akses pintu keluar masuk dengan cara melintangkan 2 mobil yang mereka bawa di depan pintu masuk proyek dengan tujuan supaya kegiatan proyek berhenti sehingga Pimpinan Proyek menemui mereka.

Tak sampai disitu, ketiga oknum Kades ini juga meminta agar mereka ditunjuk sebagai pemasok material dalam pembangunan proyek tersebut.

Diketahui ketiganya juga meminta uang sebesar Rp100 juta kepada pihak perusahaan sebagai uang koordinasi dengan tiga desa. Bahkan mereka mengancam pihak perusahaan apabila tidak diberikan maka kegiatan pembangunan pabrik akan mereka hentikan.

Selanjutnya, pada Kamis pagi (2/4/2020), tersangka PI kembali berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan kembali mengancam jika sampai sore uangnya tidak diserahkan, maka proyek pembangunan pabrik kandang ayam tersebut akan mereka tutup dan jalan akses tidak boleh lagi dilewati pihak PT. Wilkon. Atas ancaman ini akhirnya pihak perusahaan terpaksa menuruti keinginan para Kades ini.

Namun apes bagi ketiganya, aksi tak sepantas yang mereka lakukan itu berhasil digagalkan pihak aparat Kepolisian yang sebelumnya telah mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada penyerahan uang sebesar Rp100 juta kepada oknum Kepala Desa, yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dan pemerasan, Kamis (02/04/2020).

Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK membenarkan dirinya telah
Memerintahkan Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri SH, SIK bersama Kanit IV Iptu Marupa Sibarani dan Panit Reskrim Polsek Tapung Iptu Aulia Rahman serta Unit Tipikor Polres Kampar untuk mendatangi Lokasi guna melakukan penyelidikan.

Di TKP Tim menemukan 8 orang yang sedang berkumpul dan mendapati uang tunai sebesar Rp100 juta di atas meja sebagai barang bukti atas kasus tersebut. Selain itu juga diamankan 3 buah stempel, selembar kwitansi tanda terima uang dan 5 unit HP. Ke-8 orang ini serta barang bukti yang ditemukan petugas kemudian dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK melalui Kasat Reskrim AKP Fajri SH, SIK menyampaikan, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi di Polres Kampar, lalu dilakukan Gelar Perkara di Ditreskrimsus Polda Riau.

“Dari 8 orang yang diamankan berdasarkan bukti permulaan yang cukup telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya kini sudah diamankan guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.

Laporan : Arifin

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here