Tiga Aktor Perlawanan Eksekusi Diamankan Kepolisian, Satu di Antaranya Polisi

0
167

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU-  Polres Lubuklinggau menetapkan tiga tersangka dalam bentrok saat eksekusi lahan milik Perum PT Damri di Jalan M Toha, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Ketiga tersangka yakni SR (44) yang merupakan oknum anggota Polri, AI alias YC (50), dan SJ (43).

“Sarbani tadi pagi telah dibawa propam Polda Sumsel untuk dimintai keterangan maupun menjalankan hukuman disiplin karena sudah diputuskan di Polda Sumsel selama 21 hari,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasatreskrim, AKP Ali Rojikin.

Sedangkan dua tersangka lainnya akan dilakukan penahanan di Mapolres Lubuklinggau.

“Terhadap ketiga tersangka tersebut kenakan pasal 214 dan atau 160 KUHP, dengan diancaman maksimal delapan tahun enam bulan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk para tersangka yang diduga berperan sebagai memobilisasi massa. Termasuk untuk menyiapkan perlengkapan, menggerakan dan melakukan perlawanan terhadap pegawai negeri yang menjalankan pekerjaan sah atau terhadap aparat yang dimintai untuk membantu pegawai negeri tersebut menjalankan pekerjaan yang sah.

Sementara itu, sebelum pascabentrok dan melakukan perlawanan yang dilakukan sejumlah massa untuk menolak akan dilakukan eksekusi pada Rabu (20/12), Polisi  mengamankan dan mengambil keterangan dari 20 orang yang dibawa ke Mapolres Lubuklinggau. Dan dari 20 orang itu, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka atau sebagai aktor intelektual.

“Untuk 20 orang lainnya kita ambil keterangan sebagai saksi dan akan dipulangkan,” jelasnya.

Dari lokasi bentrok lahan PT Damri di lokasi, Polisi menyita barang bukti (BB) yakni mercon 18 biji, tujuh golok, tiga celurit. Lalu empat pisau, 62 bom molotov, 14 tabung gas elpiji 3 kg, senjata angin, senjata api rakitan jenis pistol, softgun jenis pistol, spanduk dan bambu runcing,” pungkasnya.

Laporan             : Donna Apriliansyah

Editor/Posting    : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article