Tidak Kantongi Izin Operasional, Warga Tutup Akses Jalan Batching Plant Lippo Mall

0
499

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Lantaran diduga tak memiliki izin operasional, akses jalan menuju Concrete Batching Plant (CBP) Temporer (Perusahaan untuk memproduksi readymix) milik PT Black Stell selaku pengelola Lippo Mall yang terletak dikawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya simpang Dieng atau Gunung Ibul, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, ditutup warga. Selain dinilai tidak mengantongi izin, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan CBP dalam membangun mall tersebut.
“Kami setuju di wilayah ini dibangun mall, tapi jangan bangun Batching Plantnya disini. Kan ditempat lain bisa, warga pun sudah banyak yang menolak dan menutup akses jalannya karena khawatir merusak jalan umum,” ungkap Ronald (32), warga sekitar kepada sumateranews.co.id, akhir pekan kemarin.
Menurut Ronald, meski keberadaan CBP PT Black Steel tersebut untuk melayani kebutuhan readymix dalam pembangunan Lippo Mall. Namun dampak lingkungan lain dari kegiatan CBP itu jelas membahayakan dan mengancam kesehatan warga sekitar. “Karena lokasinya yang berada ditengah pemukiman warga, jelas menimbulkan polusi udara dan belum lagi suara bising yang ditimbulkan saat produksi readymix,” sebut Ronald.
Senada juga disampaikan oleh Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Gunung Ibul Barat, Buyung Darmawan. Menurut dia, selain pihak perusahaan pengelola belum ada mengajukan izin sama sekali ke pihaknya sampai sekarang, juga keberadaan CBP di area proyek pembangunan Lippo Mall tersebut dapat merusak jalan lingkungan sekitar.
“Warga sepakat menolak keberadaan Batching Plant itu, karena banyak menimbulkan dampak negatif. Terutama bagi warga dilingkungan RT kami, makanya Jumat (14/7) kemarin, warga tutup akses jalan menuju ke lokasi CBP tersebut,” ujar Buyung Darmawan, kepada awak media.
Dia katakan, warga bukannya tidak merespon pembangunan mall tersebut. Bahkan, warga sekitar sangat mendukung karena dapat meningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengganguran. “Kami sangat mendukung, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan sedikitnya mengurangi pengganguran. Tetapi tolong perhatikan analisa dampak lingkungan (Amdal), UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan), dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) yang ditimbulkan dari kegiatan CBP tersebut,” tandas Darmawan, seraya menyarankan pihak pengelola juga harus memperbaiki daerah aliran sungai (DAS) terlebih dahulu.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Lippo Mall yakni, PT Black Steel terkait penolakan dan penutupan akses jalan menuju Concrete Batching Plant oleh warga sekitar.
Laporan : Fadli
Editor : Donny
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article