Terungkap, Korban Tewas di Semak Belukar Jalan Sungai Medang Karena Tabrak Lari

0
404
Tabrak Lari; Tersangka tabrak lari, Patra Bawana (20) warga Prumnas Griya Medang Permai, Kelurahan Sungai Medang, Cambai, saat diamankan di Mapolres Prabumulih.

# Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Tabrak Lari

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kasus ditemukannya sosok mayat laki laki yang tergeletak dan hampir membusuk di semak semak belukar jalan perlintasan Sungai Medang, pada Senin (13/5/2018) lalu, akhirnya berhasil dibongkar oleh Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih. Korban yang diketahui bernama Supri Agus Mulyono (43) tercatat warga Prumnas Griya Sungai Medang Permai Rt 02 Rw 09, Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai itu terungkap bukan tewas dianiaya tetapi karena tabrak lari oleh salah seorang pengendara sepeda motor.

Bahkan petugas berhasil menangkap pelaku tabrak lari tersebut yakni, Patra Bawana (20). Warga Prumnas Griya Medang Permai, Kelurahan Sungai Medang, Cambai ini berhasil diringkus dikediamannya, pada Kamis (31/05) kemarin. Dihadapan petugas, pelaku mengaku saat kejadian dirinya tak menyadari ada korban sedang berjalan kaki di sekitar TKP. Dirinya terus menancap gas sepeda motornya menuju kediamannya, diduga lantaran motornya tak memiliki lampu akhirnya menabrak tubuh korban hingga terpental beberapa meter. Bahkan akibat kerasnya benturan menyebabkan pelaku juga sempat terjatuh dari motornya. Setelah melihat korban pingsan, pelaku ketakutan dan memilih lari meninggalkan korban yang tergeletak pingsan.

“Tersangka kita tangkap di kediamanya. Saat ini dia (tersangka, red) masih kita  mintai keterangan lebih detail terkait tabrak lari yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH, Jumat (01/06) siang.

Dijelaskan Eryadi, akibat perbuatan tersebut pelaku terancam dikenakan pasal Pasal 351 ayat 3 KUHP. “Jika penganiayaan mengakibatkan mati, maka akan diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” katanya.

Masih dikatakan, awalnya pihaknya menduga korban tewas karena dianiaya oleh orang tak dikenal lantaran melihat kondisi sekujur tubuh korban banyak ditemukan bekas luka lebam, dan posisi celana korban dalam keadaan terbuka sampai ke kaki serta kancing dan bajunya dalam keadaan terbuka penuh.

Namun setelah pihak kepolisian mendalami beberapa petunjuk yang didapat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), dan alat bukti yang ditemukan akhirnya petugas berhasil mengungkap penyebab tewasnya korban. “Setelah melalui penyelidikan secara mendetail dan dibantu alat bukti lain yang ditemukan di TKP, maka petugas kita berhasil mengungkap kasus ini,” jelas Kasat Reskrim.

Tak hanya itu, disebutkan Eryadi lagi, usai berselang beberapa menit tiba dirumahnya usai menabrak korban. Pelaku yang dihantui rasa ketakutan dan panik, kembali bergegas mengendarai motornya jenis Yamaha Vega R menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban. Melihat korbanya sudah meninggal dunia, pelaku berinisiatif berusaha untuk menghilangkan barang bukti dengan menarik tangan korban dan meyeret tubuhnya sampai ke kebun karet milik warga supaya tidak terlihat oleh orang.

Pelaku yang cemas dan kebingungan kemudian berinisiatif menurunkan celana korban agar seolah olah dia tewas karena dirampok. Usai menjalankan rencananya, pelaku kembali pulang kerumah.

Laporan : Taufik

Editor     : Donny