Tertangkapnya Dicky Tridinata karena Kepemilikan Senpi di Prabumulih, Disambut Baik Keluarga Elita Marsela

0
1816

PALEMBANG – Menyikapi tertangkapnya Dicky Tridinata (30), warga Jalan Surya Sakti, Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Sukarame, Palembang, dalam kasus kepemilikan senjata api (Senpi) di Polsek Prabumulih Timur, pada Rabu (15/09/2021) kemarin.

Disambut baik pihak keluarga Elita Marsela. Pasalnya, dengan tertangkapnya Dicky, hingga pengakuan yang mengkambinghitamkan Elita, dalam kasus penggelapan mobil rental, hingga membuat Elita harus menjalani hukuman di Lapas Merdeka.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja polisi dalam hal ini Polsek Prabumulih Timur, dengan menangkap saudara Dicky, karena selama dua tahun pihak keluarga Elita sudah mencari keberadaan Dicky ini,” kata Kuasa Hukum, Sapriadi Syamsudin dampingi orangtua Elita, Saliya Sukiro (45) bersama Suami Edi Hartono (49) di kantornya, Jumat (17/9/2021).

Dikatakannya, akibat ulah Dicky ini, kliennya harus mendekam di penjara, karena divonis selama dua tahun.

Menurut Sapriadi Syamsudin, Dicky mengunakan tangan kliennya dengan meminjam identitas KTP-nya untuk merental sebuah mobil ditempat rekanan dari Dikcy sendiri.

“Dalam kasus klien kami ini, saudara Dicky ini DPO, sehingga dengan tertangkapnya Dicky ini menjadi angin segar untuk bisa membebaskan klien kami yang tidak bersalah. Tidak hanya itu, kami juga yakin klien kami bukan korban satu-satunya tapi masih ada korban lainnya,” kata Sapriadi Syamsudin SH MH, Kuasa Hukum.

Atas temuan ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah kongkrit dalam mencari keadilan untuk kliennya dengan majelis hakim melakukan peninjauan ulang dalam kasus ini.

“Dengan bukti baru ini, kita berharap majelis hakim meninjau ulang keputusannya dan membebaskan kliennya yang tidak bersalah tersebut. Sedangkan bagi korban lainnya agar untuk segera melaporkan kejadian ke pihak berwajib, pasalnya kasus penggelapan yag dilakukan tidak hal satu kali tapi banyak,” ungkap Kuasa Hukum, Sapriadi Syamsudin SH MH.

Lanjutnya, dalam kasus ini, Dicky sebagai otak dari sistem yang dia buat dalam aksi pengelapan yang dilakuknnya dan melibatkan rekannya sendiri.

“Dicky akan mencari korban, dengan modus dipacari hingga dijanjikan akan dinikahi, termasuk klien kami. Sehingga dengan modus itu, dia melancarkan aksinya dengan menelpon rekannya untuk merental mobil menggunakan KTP kliennya,” terang Kuasa Hukum, Sapriadi Syamsudin SH MH.

Setelah mendapatkan mobil, dari keterangan Dicky ini langsung menjualnya, sehingga pemilik mobil rental yang merasa dirugikan melaporkan kejadian itu dengan melaporkan sang pemilik KTP.

Tidak hanya itu, Dicky pun ambil bagian untuk mendamaikan kejadian itu dengan sejumlah uang, dan apabila tidak mau berdamai akan dipenjara dan dalam keputusan pengadilan mobil akan dikembalikan ke pemilik rental.

“Dengan begitu, kita menilai ini merupakan sistematis yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang Dicky ini, sehingga kita akan segera melakukan langkah hukum, karena rekanan Dicky ini membuat laporan palsu dalam kasus ini, karena Dicky sendiri mengakuinya,” tukas Kuasa Hukum, Sapriadi Syamsudin SH MH.

Sementara itu, orangtua Elita, Saliya Sukiro (45) bersama Suami Edi Hartono (49), menambahkan ia bersama kuasa hukumnya akan meminta keadilan untuk dibebaskannya Elita yang didakwa hukuman penjara selama dua tahun dan sudah menjalani hukuman di lapas wanita selama sembilan bulan.

“Kami akan meminta keadilan karena anak kami ini tidak bersalah karena dia hanya korban Dikcy saja, sehingga untuk hal ini kami akan menyerahkannya kepada kuasa hukum kami,” terangnya. (King)

Editor : Donni