Tersangka Curas Ditembak Kedua Kakinya

0
245

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Tersangka curas bernama Hajri (32) terpaksa ditembak pada kedua kakinya karena melawan saat ditangkap.

Tersangka ditembak petugas pimpinan Kanit 4 Kompol Zainuri, secara tegas dan terukur pada betis kaki kanan dan kiri. Hal itu ditegaskan AKBP Yoga Baskara Tim Unit Ditreskrimum Polda Sumsel saat menggelar pres rilis, Selasa (28/08/2018).

“Tersangka bernama Hajri ini merupakan residivis kasus curas dan pembunuhan dibekuk petugas di kawasan Talang Betutu Palembang. Dengan korbannya Andre alias Unyil (35), di Jalan Gub. H. Bastari Jakabaring Palembang, pada Jumat (24/08/2018). Korban Andre alias Unyil diketahui tewas disiram cukapara dan luka tusuk senjata tajam (sajam) pada bagian perut kanannya,” ucap AKBP Yoga.

Meskipun korban dibawa ke RSU, lanjutnya, namun nyawa korban tidak tertolong lagi hingga tewas. “Penusukan dikarenakan permasalahan uang parkir antara korban dan tersangka merupakan sama-sama juru parkir (Jukir) di lokasi kejadian. Korban meminta uang hasil parkir dari tersangka yang belum disetornya,” terang Yoga.

Sementara dari keterangan tersangka Hajri mengatakan Ia hendak menyerahkan diri namun masih terganjal perasaaan bersalah. “Sebenarnya saya ini mau menyerahkan diri, tapi saya belum siap. Jadi selama dua hari ini saya kabur ke rumah keluarga di Talang Betutu dan akhirnya ditangkap juga,” ujar Hajri.

Menurutnya, Ia nekat menusuk korban itu karena merasa ditantang terlebih dulu. “Saat itu saya diteleponnya lalu dimaki-maki, jadi saya tidak terima dan saya terima tantangannya. Sajam dan cukapara itu saya bawa dari rumah,” aku Hajri.

Diakuinya, korban itu salah paham yang mengiranya membawa semua uang hasil jaga parkir. Padahal uang parkir cuma dibawa sebagian yang berjumlah Rp 210 ribu dari total Rp 700 ribuan.

“Waktu saya sampai di tempat parkir, saya langsung dimarahi dan ditantang. Jadi saya sendiri yang menyiram cukapara dan menusuk sajam ke perut korban. Kalau teman saya itu cuma menemani saya ke lokasi dan sama sekali tidak terlibat,” tambah Hajri memberikan keterangan.

Kembali AKBP Yoga Baskara menambahkan, setelah pihaknya Tim Unit IV Subdit III Jatanras mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di daerah Talang Betutu Kecamatan Alang-alang Lebar. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Memang benar, pelaku sedang berada dalam rumah. Saat dilakukan penggerebekan itu pelaku sempat mengacungkan pisau ke arah petugas hingga akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan petugas,” ujarnya saat di Jatanras Polda Sumsel.

Sementara, untuk pelaku sendiri sebenarnya ada dua, tapi yang satu masih dalam pengejaran (DPO). “Saya mengimbau untuk tersangka yang saat ini menjadi DPO diharapkan menyerahkan diri,” tegasnya.

“Akibat perbuatannya, pelaku kami jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara atau hukuman penjara seumur hidup,” tandas Yoga.

Laporan          : Yudi
Editor/Posting : Imam Ghazali