Terpidana Pengrusakan Mobil Belum Ditahan

0
264
Terpidana Ketika Sidang dan usai sidang dua kubu pihak korban dan terpidana perang sajam. Foto: SU
Terpidana Ketika Sidang dan usai sidang dua kubu pihak korban dan terpidana perang sajam. Foto: SU

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Terkait putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Palembang yang memvonis 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) lantaran kasus pengrusakan mobil milik Yenni Mari Diana, diduga ke 7 (tujuh) terpidana yakni Agus ,Taufik, Helmi, Andi, Aan, Fitri, Antoni warga 9 Ilir Palembang, tidak dilakukan penahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarif Sulaiman SH, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang ketika dikonfirmasi wartawan Sumateranews.co.id, Jum’at (22/12/17) mengatakan, surat itu (petikan putusan) baru tadi pagi dibuat, namun belum juga selesai.

“Saya ini mau mengurus banding, takutnya lewat waktu sudah mendesak mau libur panjang, tanggal 25 dan 26 libur,”terangnya.

Disinggung mengenai mengapa terpidana tidak ditahan, Syarif menuturkan, langsung tanyakan ke hakimnya. “Bagusnya langsung kesana (Pengadilan Negeri Palembang), saya juga mau bertanya kesana, saya juga belum sempat kesana,”elaknya.

Disoal tentang ke 7 terpidana sudah mempunyai berkekuatan hukum tetap (inkracht) kenapa selaku jaksa tidak menahan para terpidana, menurut Syarif, memang secara teori penahanan itu, tetapi prakteknya harus menunggu surat dari hakim.

“Itu teorinya, prakteknya kita harus memakai surat, saya sudah capek,”singkatnya.

Sementara Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Palembang yang baru Satria Irawan SH menggantikan Hendri Yanto SH belum mau diwawancarai wartawan Sumateranews.co.id, padahal wartawan sudah minta izin untuk ketemu dengannya, namun secara halus Kasi Pidum selalu menghindar.

Dipersidangan di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang Kamis (21/12/2017) sebelumnya Majelis Hakim diketuai Berton Jota SH MH, memvonis ke 7 terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, dan para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal  170 ayat (1) KUHP. Atas putusan tersebut JPU Syarif Sulaiman SH menyatakan banding terhadap vonis hakim tersebut dengan alasan JPU telah menuntut ke 7 terdakwa dengan hukuman 4 (empat) tahun penjara.

Sekedar mengingatkan Ke-7 terdakwa yakni Agus ,Taufik, Helmi, Andi, Aan, Fitri, Antoni, dihadapkan ke meja persidangan lantaran pada tahun 2013 silam, melakukan pengrusakan mobil milik Yeny Mardiana jenis Nissan Grand Livina dan Suzuki Estillo, dengan merusak pagar depan rumah dan terali pintu masuk serta jendela samping rumah milik keluarga besar Kgs Usman, hingga korban mengalami kerugian sebesar Rp500 ribu, tidak terima dengan perbuatan ke 7 terdakwa akhirnya korban melaporkan perbuatan tersebut kepada polisi Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLB / 626 / XI / 2013 / SPKT. Sektor Ilir Timur II, Tertanggal 16 November 2013. Sebagaimana melanggar Pasal 170 ayat (1).

 

Laporan : SU

Editor     : Syarif Umar