Ternyata Mobil yang Disambar KA Batubara Milik Kapolsek Cambai

0
232

Tiga Polwan Berhasil Selamat, Satu Pegawai Honor Tewas Ditempa

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Ternyata mobil jenis Honda Brio warna putih dengan nopol B 2016 GAR yang mengalami kecelakaan ditemper (disenggol, red) KA 3108A bermuatan batubara di perlintasan liar KA di wilayah Cambai Prabumulih, pada Sabtu (13/01) sore, sekitar pukul 13.25 Wib kemarin, adalah milik Kapolsek Cambai, Ipda Gharasa Zahra Zahira STrK. Meski ia dan bersama dua penumpang lainnya selamat, namun kejadian tersebut menyebabkan seorang pegawai honorer dilingkungan Polres Prabumulih, yakni Indra (25) tewas dilokasi kejadian.

Dua penumpang lain yang selamat masing-masing bernama, Ipda Nadiah STrK yang merupakan Kanit SPKT di Polres Prabumulih dan satu anggota Unit PPA Polres yakni Bripda Shelin Safitri. Kondisi keduanya hanya mengalami luka ringan saja sama dengan kondisi luka yang dialami Kapolsek Cambai. Sementara jasad korban Indra, usai disemayamkan dirumah duka di Lorong Lematang Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Utara, oleh keluarganya langsung dimakamkan di TPU setempat, Minggu (14/01) siang.

Sementara itu, dari pantauan usai menjalani perawatan tim medis RSUD Prabumulih, kondisi kapolsek diketahui sudah mulai berangsur membaik. Bahkan hingga Minggu (14/01) pagi, Ipda Gharasa Zahra Zahira STrK dinyatakan telah diperbolehkan pulang oleh tim dokter rumah sakit tersebut.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan naas menimpa rombongan mobil Kapolsek Cambai tersebut bermula ketika keempat korban usai makan siang di sebuah tempat makan di wilayah Cambai tepatnya kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Usai menyantap siang, tiga polisi wanita (Polwan) dan satu pria honorer itu kemudian berencana untuk kembali ke kantor Polsek Cambai yang berada di kawasan Jalan raya Muara Sungai yang lokasi jalannya melintasi rel tanpa palang sebagai lokasi TKP kejadian tersebut.

Kondisi jalan sekitar di perlintasan rel di pintu itupun cukup berbahaya. Selain kondisi rel tak berpalang, jalan menuju Polsek Cambai itupun sedikit menanjak sehingga tak jarang membuat pengemudi kendaraan yang melintasinya mengalami kesulitan saat melihat arah kiri dan kanan jalur rel kereta tersebut.

Nah, saat dalam perjalanan para korban itu menuju ke Polsek Cambai itu, mobil yang di kendarai Kapolsek mulai masuk ke lokasi jalan berbahaya itu. Hingga mobil korban tiba mendekati tanjakan di perlintasan rel tanpa diduga dari arah Stasiun Prabumulih itu muncul sebuah kereta Babaranjang hendak melintas.

Akibat kondisi jalan menanjak hingga perlintasan rel kereta tak berpalang itulah diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan maut menimpa mobil para polwan itu terjadi. Dalam hitungan detik saat bersamaan itu, body samping kiri bagian depan mobil di terabas si ular besi yang terus melintas menuju arah Stasiun Kertapati, Palembang.

Saat mengevakuasi para korban kecelakaan itu diketahui, salah satu penumpang mobil itu yang tak lain Indra mengalami tewas ditempat. Sedangkan tiga korban lainnya yakni Kapolsek Cambai, Kanit SPKT Polres dan satu anggota Polwan PPA Polres angmudianersama tiga polwan yang lainnya dievakuasi petugas dengan melarikannya untuk diberikan perawatan medis ke RSUD Prabumulih.

Keberadaan Indra dalam mobil tersebut duduk tepat di bagian bangku samping tempat supir mobil dengan kondisi dirinya meninggal dunia disertai sekujur tubuh korban itu dipenuhi darah segar berikut kaki sebelah kiri korban terjepit bagian body mobil yang ditabrak kereta. Berbeda dengan kondisi kapolsek Gharasa serta dua polwan lainnya yang juga ikut terpental keluar dari dalam mobil.

“Tadi kami lagi kerja di rel ini mas, kami memang lihat ada mobil putih yang mau lewat. Waktu kereta sudah dekat mobil memang sudah dekat ban depannya itu sudah dekat rel dan tak lama langsung terpental ke arah dinding pagar itu,” ungkap Lilik, salah satu pria yang menjadi pekerja double track jalur rel saat dibincangi di lokasi TKP.

Kepala PT KAI Persero Divisi Regional 3 Palembang, Andika Tri Putranto melalui Manager Humas, Aida Suryanti membenarkan adanya kejadian mobil yang disambar KA Babaranjang dengan masinis Ardian dan Assisten Masinisnya, Fathur Hidayat tersebut dari dari arah Prabumulih menuju Kertapi Palembang.

“Kejadiannya sekitar jam 13.25 WIB tadi. Jadi pada saat Ka 3108A melewati perlintasan Cambai Prabumulih dari stasiun Prabumulih menuju Kertapati itu tiba-tiba terlihat ada mobil melewati perlintasan tanpa palang pintu dan masinis sudah membunyikan semboyan 35 tetapi kereta sudah tidak bisa berhenti. Sehingga terjadilah mobil menemper KA 3108A itu,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Aida, pihaknya langsung melakukan tindakan dengan segera memberitahukan ke pihak petugas di Stasiun Prabumulih untuk segera mengecek ke lokasi TKP. “Dalam tindak lanjut pihak kita saat itu masinis kepada PPKA stasiun Prabumulih, security segera menuju lokasi untuk mengecek kondisi korban. Setelah tiba di lokasi korban sudah di larikan ke RSUD setempat berjumlah empat orang,” tukasnya.



Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Lantas, AKP Nofrizal Dwiyanto SH juga mengatakan kondisi korban lansung dievakuasi oleh petugas yang dilarikan ke RSUD Prabumulih. “Begitu juga kendaraan mobil yang ditabrak kereta juga sudah kita amankan di Satlantas,” singkatnya.

Laporan : Taufik Hidayat

Editor     : Donny

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article