Ternyata Ibu Bayi Itu Mahasiswi Unsri Asal Papua

0
633

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR- Seperti diberitakan sebelumnya, bayi berjenis kelamin laki-laki yang memiliki panjang 46 cm dan berat 2,6 kilo gram itu, ditemukan salah satu mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsri saat lari pagi sekitar pukul 07.00 Wib. Bayi itu ditemukan dalam semak belukar dengan kondisi terbungkus kain, tidak hanya itu saat pertama kali ditemukan bayi berkulit hitam itu masih dalam keadaan terbungkus ari-ari atau tali pusar.

Sementara itu hingga saat ini belum ada keterangan secara resmi terkait penemuan bayi tersebut, baik dari pihak Kampus Unsri maupun dari pihak Kepolisian Mapolres Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Belakangan baru diketahui kalau ibu kandung yang membuang bayi berjenis kelamin laki-laki di lingkungan Universitas Sriwijaya Indralaya adalah BW Mahasiswi di salah satu Fakultas Teknik angkatan 2016, dirinya merupakan salah satu Mahasiswi yang berasal dari Papua itu saat ini tengah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang guna dilakukan perawatan intensif.

Kapolres Ogan Ilir (OI) AKBP Gazali Ahmad didampingi Kasat Reskrim AKP Maliki mengatakan, untuk saat ini orang tua dari bayi tersebut telah diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan perawatan lebih lanjut. “Karena dari hasil pemeriksaan dokter yang menangani, kondisi yang bersangkutan masih lemas dan trauma. Oleh sebab itu harus diberikan perawatan secara lebih,” ungkapnya kepada media.

Sementara itu lanjutnya untuk bayi sendiri kita bawa ke Klinik Ar Rahman yang berada di Komplek Persada Blok A1 Nomor 15 Kecamatan Indralaya. “Ya, Alhamdulillah untuk orang tua dan bayi dalam keadaan sehat namun masih tetap kita berikan perawatan lebih lanjut,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, untuk kepastian hukumnya saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. “Ya meskipun demikian tetap akan kita lakukan kepastian hukumnya, namun untuk saat ini mesti kita dalami dulu,” jelasnya.

Namun hingga saat berita ini diturunkan, pihak dari Universitas Negeri kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu belum bisa memberikan keterangan secara resmi.

Laporan           : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting : Imam Ghazali