Terkuak Alasan Sejumlah Calon Maju di Pemilihan Ketua KONI Lubuklinggau, Ternyata Ini Penyebabnya…

39
Terkuak Alasan Sejumlah Calon Maju di Pemilihan Ketua KONI Lubuklinggau, Ternyata Ini Penyebabnya…
Foto ilustrasi.

LUBUKLINGGAU – Pemilihan Ketua KONI Kota Lubuklinggau tinggal menghitung hari, dan diprediksi bakal berlangsung panas. Pasalnya, selain diikuti 4 (empat) calon yang akan bertarung, Pemilihan puncuk pimpinan KONI Lubuklinggau yang akan dilaksanakan pada 16 Januari 2021 mendatang, juga banyak mengungkap banyak fakta dibalik pencalonan mereka. 

Tercatat dari dibukanya pendaftaran hingga pengembalian berkas, sudah ada empat bakal calon yang akan maju bertarung di antaranya, yakni Evi Samsul Komar, Suherman, Bambang Rubianto dan Rodi Wijaya.

Menariknya, kondisi KONI kota Lubuklinggau sendiri banyak dinilai pengurus cabang olahraga dalam kondisi tidak baik-baik saja. Bahkan hal itu dibenarkan oleh beberapa para bakal calon.

Seperti disampaikan Evi Samsul Komar. Menurutnya, alasan dirinya maju karena cabang olahraga dalam naungan KONI banyak lesu, karena kurangnya perhatian.

“Cabang olahraga (Cabor) sudah banyak lesu karena kurangnya perhatian, sehingga para cabor tidak bisa berbuat,” ketus Evi.

Bukan hanya lesu, Evi juga menyayangkan pengurus cabor seperti “mengemis” meminta bantuan dana kepada pengurus KONI ketika akan ada event, atau melaksanakan try out/uji coba.

“Cabor-cabor ini seperti “mengemis” saat meminta bantuan dana, sedangkan dana itu ada, kalau dana itu tidak ada, ya tidak jadi masalah,” ungkapnya.

Problem lainnya, lanjut Evi, kurangnya komunikasi antara pimpinan dan pengurus cabor. “Alangkah baiknya kalau cabor ini diajak kumpul bareng, ngopi bareng. Setidaknya mereka bisa berkomunikasi dengan baik dan insyaallah tidak terjadinya miss komunikasi. Itulah yang dikeluhkan, kurangnya komunikasi,” ujarnya.

Dengan berbagai persoalan itulah yang menjadikan alasan Evi untuk maju dalam pemilihan Ketua KONI Lubuklinggau. Ia ingin mengajak semuanya bersama-sama membangun KONI dengan komunikasi yang baik, akuntabel, bersih dan terbuka.

Sementara itu, bakal calon lainnya, Suherman mengakui hal yang sama. Dirinya menilai kepengurusan KONI saat ini sedang terpuruk dan banyak masalah.

Menurutnya, KONI selama ini itu tidak ada perhatian terhadap cabor. “Yah, menurut saya seperti itu saja. Terutama cabor yang saya pimpin, sedangkan untuk cabor lain saya kurang memahaminya. Untuk masalah proposal saya memang belum pernah mengajukan proposal, karena sudah bakal pasti zonk (nihil),” jelasnya.

Ia pun mempertegas, perlunya perubahan dan pergantian ketua. Karena cabor maupun club merasa tidak pernah diperhatikan. “Cabor saja tidak pernah diperhatikan apa lagi club. Oleh karena itu kita harus berubah dan berganti Ketua,” tegasnya.

Hal sama juga disampaikan oleh H Rodi Wijaya. Bahkan, ia menanggapi cabor yang bernaung dalam KONI Kota Lubuklinggau sekarang sekitar 28 cabor, baik yang lama maupun yang baru. Dari seluruh cabor yang aktif sekitar 10 cabor. Tentu dalam pelaksanaan kegiatan, karena anggaran yang ada tidak berlebihan, maka pengurus KONI selektif dalam memberikan bantuan.

“Bukan pilih kasih, tapi optimalisasi dalam pembagian uang pembinaan diberikan setiap tahun ke setiap cabor,” jelas Rodi.

Bahkan Rodi mengungkapkan, terkadang ada oknum pengurus cabor yang “nakal” mengajukan bantuan untuk kegiatan tapi tidak berangkat (fiktip).

Untuk itu, Rodi akan memfokuskan untuk cabor unggulan yang banyak dapat medali di PORPROV kemarin.

“Tentu jadi fokus kita dalam pembinaan,” akunya.

Ia merasa bersyukur karena pemerintah Kota Lubuklinggau sangat suport dengan kegiatan olahraga dengan membangun fasilitas yang memadai.

“Target kita di PORPROV 2022 linggau masuk 3 besar di Sumsel, yang ingin bergabung bersama untuk membangun olahraga melalui KONI Kota Lubuklinggau kedepanya kita sambut dengan baik,” tutupnya.

Laporan : SMSI Lubuklinggau III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here