Terkait Vaksin Rubella Mengandung Unsur Babi dan Organ Manusia, Ini Sikap MUI Palembang

0
510
ilustrasi net

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Munculnya hasil kajian LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tentang vaksin Rubella yang mengandung unsur babi dan organ manusia, mengundang reaksi beragam di semua kalangan, termasuk MUI Palembang.
Bahkan, Ketua MUI Palembang, H Zaim Marhadan berharap agar aktivitas vaksinasi distop sampai Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI mendapatkan solusi yang tepat terkait hal itu.
“Kami berharap aktivitas vaksinasi yang dilakukan dinas terkait agar distop dulu. Jangan memberikan pelayanan dulu, artinya Kementerian Kesehatan harus segera mencari solusi vaksin yang halal atau tidak mengandung babi atau organ manusia,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumateranews.co.id melalui sambungan telepon selular, Selasa (21/8).
Masih kata Zaim, pihaknya akan mengikuti aturan (hasil kajian) yang audah dikeluarkan LPPOM MUI. “Kami akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh MUI Pusat, karena itu adalah hasil LPPOM MUI. Jadi karena itu sudah hasil keputusan mereka, apapun yang diputuskan kami tidak bisa (menolak). LPPOM adalah lembaga milik MUI Pusat dan hasil itu sudah melalui kajian-kajian mereka,” ungkapnya.

Terkait halal atau haramnya, lanjut Zaim, nanti komisi fatwa MUI akan mengkaji dan mengeluarkan fatwanya. “Itu akan dikaji oleh komisi fatwa, dan akan segera mengeluarkan fatwa,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel), Dra Hj Lesty Nurainy mengatakan pihaknya akan menunggu hasil rundingan Kemkes dan MUI pusat.

“Kami kan masih berjalan (vaksinasi) sampai akhir Desember. Tetapi karena sekarang sudah ada hasil LPPOM MUI, kami menunggu hasil rundingan Kemkes dan arahan, jadi kami punya satu acuan. Tetapi jalan terus, intinya jalan terus,” tegasnya.

Namun, dirinya tetap menyarankan agar vaksinasi tetap dilakukan karena menganggap Rubella berbahaya, dan target eliminasi Rubella yang ditargetkan pemerintah.

“Kalau saya menyarankan agar semua (masyarakat) untuk ikuti vaksinasi ini. Karena memang Rubella berbahaya. Itu (vaksinasi) mendesak karena kalau bisa 2020 masalah itu (Rubella) sudah bisa dieliminasi semua,” ungkapnya.

Karena, lanjut Dra Lesty, kalau Rubella menular ke ibu hamil, maka akan membahayakan janin di kandungannya. “Kalau itu (Rubella) menular ke ibu hamil pada triwulan pertama, maka akan menimbulkan kecacatan pada janin yang dilahirkan,” pungkasnya.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali