Terkait Teroris, Curiga Perlu, Tapi jangan Paranoid

0
120

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU-Terkait dengan informasi adanya penyandang dana bagi teroris yang berada di Kota Lubuklinggau, membuat masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Alhasil, pada Sabtu (19/5) sekitar pukul 22.00 WIB aparat Kepolisian Polres Lubuklinggau menemukan seseorang yang dicurigai adalah anggota teroris.

Orang tersebut berinisial BP (37) yang mengaku berasal dari Provinsi Kalimantan Timur, ditemukan di Masjid Jihadul Ikhsan yang berada di Jalan Tapak Lebar I Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, yang sedang meminta bantuan dana dengan alasan untuk kebutuhan sehari-hari.

Adapun ciri-cirinya rambut ikal pendek, tinggi sekitar 160 centimeter, mengenakan baju kemeja warna coklat motif kotak-kotak dan celana panjang hitam.  Hal ini seperti yang disampaikan oleh Junaidi (56), Ketua Masjid Jihadul Ikhsan.

“Awalnya BP datang ke masjid ini pada saat orang berbuka puasa sekitar pukul 18.30 WIB dengan tujuan melaksanakan ibadah, tetapi kemudian seperti orang kebingungan lalu bertanya kepada anak-anak setempat, karena tidak tahu niat sholat,” ujarnya.

Petugas Masjid Jihadul Ikhsan lalu bertanya, yang mana dijawab BP bahwa dirinya sebelumnya adalah Pendeta dan sudah dua tahun ini menjadi Mualaf. Selanjutnya keamanan masjid menanyakan kartu identitasnya.

“Saat keamanan Masjid menanyakan KTP, BP mengaku tidak ada. Terkait dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang darurat teroris, sehingga kami memutuskan untuk memeriksa dan hanya ditemukan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Mualaf dan surat rekomendasi Kepolisian kepada Dinas Sosial,” kata Junaidi.

Akan tetapi surat rekomendasi tersebut belum bisa dipakai oleh BP karena Dinas Sosial Kota Lubuklinggau tutup. BP sendiri menjawab, tujuannya meminta-minta uang adalah untuk keperluan sehari-hari seperti makan.

“Tujuannya meminta uang adalah untuk makan, lalu berkeinginan mencari pekerjaan di Lubuklinggau. Berasal dari kecurigaan inilah yang membuat kami, memutuskan untuk  menghubungi aparat kepolisian,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa, sehari sebelumnya (Jumat, 18/5) BP juga pernah diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Intelkam Polres Lubuklinggau. Bahkan Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain sendiri yang mengawasi proses pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres kota Lubuklinggau AKBP Sunandar mengimbau masyarakat untuk tidak perlu resah berkaitan dengan informasi adanya penyandang dana bagi teroris yang berada di Lubuklinggau. Masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya saja untuk selalu waspada.

“Tidak perlu resah, hanya mungkin perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” imbau Kapolres, Jumat (18/5).

Kapolres menegaskan pihaknya terus berupaya mendeteksi dan menciptakan keamanan Kota Lubuklingggau. Ditanya soal dampak adanya teror ini menyebabkan kecurigaaan masyarakat menjadi tinggi. “Curiga perlu, tapi jangan paranoid,” tegasnya.

Menurut Sunandar, tingkatkan kewaspadaan bisa dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan keliling (Siskamling), bergaul dengan orang-orang baru, dan mendatangi komunitas-komunitas tertutup yang sekiranya berada di lingkungan terdekat.

”Bibit-bibit ideologi teroris tumbuh di ruang-ruang tertutup, mudah-mudahan dengan strategi kita bisa masuk ke mereka, dapat menguranginya,” ungkapnya.

Laporan           : Donna April

Editor/Posting : Imam Ghazali