Terkait Soal Pengaduan Oleh Pemilik Biro Haji, Kepala Kantor ATR/BPN Prabumulih Sebut Salah Sasaran

191
Foto : Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) cabang Kota Prabumulih, Jakun Edi, saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (05/11/2019).

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kepala Kantor ATR/BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kota Prabumulih, Jakun Edi mengaku tidak mempersoalkan atas upaya pengaduan yang dilakukan oleh salah satu pemilik tanah dan bangunan di Komplek Perumahan Lingkar Mas, jalan Lingkar, Kelurahan Gunung Ibul, yang kini sudah berpindah tangan kepemilikannya.

“Silahkan itu hak dia (pengadu), kita siap layani sampai kemana pun. Karena apa yang mau diadukan ke kita, salah sasaran mereka sebenarnya,” ujar Jakun Edi, saat dikonfirmasi terkait komplein H M Abdul Wachid pemilik lahan dan bangunan rumah di Lingkar Mas sebelumnya.

Menurut Jakun Edi, permasalahan yang diadukan oleh pengelola salah satu biro perjalanan haji di kota Prabumulih ini menyangkut soal utang piutang pengadu dengan salah satu bank, dan bukan persoalan objek sengketa atau komplik lahan.

“Masalah utang piutang, bukan sengketa tanah jadi salah menyasar ke BPN,” sebut Jakun, ketika ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (5/11/2019).

Disinggung terkait pendaftaran pemblokiran yang diajukan oleh pemilik lahan sebelumnya, dan hanya bisa dibuka setelah ada keputusan incracht dari Pengadilan Negeri (PN) ditegaskan Jakun Edi, pihaknya tidak bisa menahannya karena menyangkut soal jaminan antara pemilik lahan sebelumnya dengan pihak bank.

“Bagaimana BPN mau mempertahankannya karena masalah itu menyangkut utang ke Bank, jadi prosesnya itu sudah haknya bank. Blokir juga tidak ada ketentuan itu masih keputusan pihak bank karena menyangkut utang piutang bukan tanah sengketa atau komplik,” jelas Jakun Edi.

Sementara itu, H M Abdul Wachid pemilik lahan sebelumnya menyebutkan berencana akan melaporkan Kepala BPN karena dinilai telah membuka pemblokiran atas lahan miliknya yang sebelumnya ia daftarkan ke BPN tanpa ada pemberitahuan dulu kepada pihaknya.

“Saya sudah menunjuk pengacara kita, tapi tidak tahu sudah didaftarkannya atau belum gugatannya karena dia masih di tanah suci, Mekkah,” ungkap Wachid panggilan akrab pengelola biro haji ini, saat ditemui di kediamannya, belum lama ini.

Menurut dia, dirinya mendaftarkan pengajuan pemblokiran lahan miliknya ke BPN pada Juni 2019 lalu. Namun pada Agustus dia ketahui sudah terbuka, dan sertfikatnya sudah dibalik nama atas nama pemenang lelang.

“Padahal itu sudah saya tanyakan kepada petugas BPN, pada saat mendaftar pemblokiran bahwa berlaku sekali seumur hidup dan bisa dibuka jika sudah incracht dari PN. Namun, Agustusnya sudah dibuka itu pun saya tahu dari pemenang lelang lahan saya itu,” sebut Wachid.

Atas tindakan itu, sambung Wachid, akhirnya dirinya memilih akan melaporkan kepala BPN Prabumulih karena tidak memberitahukan sebelumnya soal pembukaan blokir tersebut.

“Tanggal 26 saya daftarkan ke BPN, usai memasukkan gugatan ke PN, itu lelang belum keluar tapi baru pengumuman, dan baru tanggal 27 nya sudah lelang dan baru dibuka. Tiba-tiba Agustus kok sudah dibuka dan sudah dibalik nama sertifikat saya itu, tahunya juga dari pemenang lelang,” pungkasnya.

Laporan : King

Editor     : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here