Terkait Permasalahan Kades Pinang Banjar, Polres Muara Enim Tunggu Hasil Pemeriksaan Tim Inspektorat

2187
Kericuhan di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, kembali terjadi, Jumat siang (22/05).

Sempat Kembali Ricuh, Massa Bakar 1 Motor Ninja dan Barang Milik Kades Pinang Banjar

Sumateranews.co.id, GELUMBANG – Kericuhan di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, kembali terjadi, Jumat siang (22/05). Ratusan massa menumpahkan kekesalannya dengan merusak pagar rumah, membakar 1 unit sepeda motor jenis Ninja, berikut barang-barang lain milik Kades yang berada di dalam garasi mobil rumahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, aksi kekesalan warga ini dipicu kesalahpahaman saat sejumlah petugas Tim Inpektorat Pemkab didampingi Anggota Polres Muara Enim hendak melakukan konfirmasi ke salah satu warga terkait aksi massa warga sebelumnya.

Bahkan, dari info di lapangan akibat situasi yang tak kondusif tersebut menyebabkan Plt. Bupati Muara Enim, H Juarsah membatalkan kunjungannya, usai melakukan pertemuan dengan warga Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang. Beruntung aksi massa tidak terus berlanjut dan berhasil diredam oleh puluhan personel gabungan TNI-Polri yang tiba ke lokasi, dan menenangkan warga.

Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM, ketika berhasil dikonfirmasi salah satu awak media, saat meninjau lokasi menegaskan, bahwa pihak Apip (Inspektorat Pemda) Kabupaten Muara Enim saat ini sudah memproses yang bersangkutan (Kades Pinang Banjar).

“Soal Kades kemarin yang diminta untuk mengundurkan diri sudah dalam proses pemeriksaan apip inspektorat pemda karena prosedurnya afiplah yang punya kewenangan sesuai dengan Undang-undang MoU Wokapolri dan Mendagri untuk melakukan investigasi pendataan kerugian negara yang diakibatkan oleh yang bersangkutan,” jelasnya.

Pihaknya juga, ia katakan, masih melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap masalah tersebut. Jika sudah ditemukan pelanggaran pidananya oleh pihak Inspektorat Pemkab, baru pihak kepolisian akan melakukan proses hukumnya.

“Kami memantau melakukan pendampingan, pada saatnya sudah ditentukan pidananya, akan diserahkan kepada kepolisian jadi tolong tenang tidak usah ragu dengan keseriusan Polri dan pemerintah daerah untuk menyikapi permasalahan ini, dan tolong siapo pun yang datang kesini usah rame-rame sudahlah, pokoknya jalankan pemerintah desa masa sekarang, yang berlalu biarlah berlalu,” tandasnya.

Laporan : Sidi III Editor : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here