Terkait Mobil Material dan Alat Berat Melintas di Jembatan Kayuagung, Ini Penjelasan Waskita Sesi IV

0
334

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Masih adanya mobil yang melintas melewati Jembatan Kayuagung (Mangunjaya-Kutaraya) menuju Jalan Letnan Sayuti Kelurahan Kutaraya Kecamatan Kayuagung, membuat warga Kelurahan Kutaraya dan sekitarnya menjadi kesal bahkan setiap malam beberapa warga selalu berjaga-jaga kalau ada mobil material maupun mobil pembawa alat berat langsung distop dan disuruh putar balik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Koordinator Lapangan Waskita Karya Sesi IV melalui Bagian Logistik PT Waskita Karya Sesi IV Pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung STA 177-600 s.d 185-600, Anjar Purwadi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/9/2018) mengatakan khusus kendaraan pengangkut material maupun kendaraan pembawa alat berat saat ini tidak lagi melewati jalur lama menyeberang melalui Jembatan Komering Kayuagung (Mangunjaya-Kutaraya) melainkan melalui jalur baru lewat Sukadana menyeberangi Jembatan Lingkar (Sukadana-Kayuagung Asli).

‘’Kalau ada yang melintas di jalur lama itu bukan dari Waskita Karya Sesi IV atau Subkontraktornya, sebab semuanya sudah kita larang melewati jalur tersebut, bahkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan maupun hambatan lainnya di jalan, di setiap titik tertentu ada plekmen (orang yang jaga) untuk mengatur lalu lintas keluar masuk mobil material dan juga kita dirikan pos-pos jaga,’’ ujarnya.

Lanjutnya, mengenai material hingga saat ini pengadaan material untuk pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung di STA 177-600 s.d STA 185-600 tidak ada kendala, hanya saja bila musim hujan di wilayah Kayuagung dan sekitarnya mulai tiba, ini berpengaruh terhadap pengangkutan bahan material kelokasi Waskita Karya Sesi IV.

“Kita tidak mau mengambil resiko, apabila jalan yang ditimbun tersebut dilalui mobil pengangkut bahan material seperti, koral, tiang pancang, beton reademix dan material penunjang lainnya, bisa-bisa jalan rusak dan berlumpur, dan juga pengerjaan jalan tol bisa terhambat karena kita harus merapikan atau menggeleder kembali tanah tersebut sampai rapi kembali.

‘’Makanya bila hujan turun, kita stop dan sampaikan kepada para sopir pengangkut material agar ditunda dulu untuk masuk ke area penampungan bahan material menunggu tanah agak kering. Kita berharap cuaca bersahabat dan jalan tetap kering,’’ tandas Anjar.

Laporan          : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali