Terkait Investasi di Pulau Banyak, Kowas – LSG Aceh Singkil Tolak Keikutsertaan China di UEA

0
55
Terkait Investasi di Pulau Banyak, Kowas - LSG Aceh Singkil Tolak Keikutsertaan China di UEA
Sebuah komunitas Aceh Singkil bernama Komunitas Warga Aceh Singkil-Lintas Sektor dan Generasi (Kowas-LSG) menolak rencana keikutsertaan China dalam investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

ACEH SINGKIL – Sebuah komunitas Aceh Singkil bernama Komunitas Warga Aceh Singkil-Lintas Sektor dan Generasi (Kowas-LSG) menolak rencana keikutsertaan China dalam investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Namun, Kowas-LSG sangat mendukung rencana investasi senilai Rp 7,1 Triliun yang akan dilakukan oleh UEA.

“Kowas-LSG menyatakan sikap: Investasi UEA di Aceh Singkil, yess… Keikutsertaan China, No!!!,” ujar Ketua Kowas-LSG, Syahyuril saat jumpa pers di Sapo Belen Singkil, Senin (13/9/2021) kemarin.

Lanjut Syahyuril, motif utama penolakan tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi instabilitas kondisi tenaga kerja lokal. Sebab kebijakan investasi China juga biasanya diiringi dengan pengiriman tenaga kerja.

“Hampir semua masyarakat di Indonesia banyak yang menolak orang China. Orang China yang mau didatangkan kemari seolah-olah disini tidak ada lagi tenaga kerja yang ahli, itu yang kita tolak,” tegasnya.

Menurut Kowas-LSG, di Aceh Singkil masih banyak tenaga ahli yang mumpuni yang bisa terserap sebagai tenaga kerja, tidak musti mendatangkan dari China.

Kowas-LSG, lanjut Syahyuril menolak keikutsertaan Investasi China, sebab khawatir investasi berdampak pada penjajahan dari segi ekonomi.

“Orang-orang kita bisa saja tergiur kalau misalnya orang China menawar kebun di Pulau itu 4 hektar dibayar 10 miliar, artinya kita akan dijajah secara ekonomi,” ucapnya.

Di samping itu persoalan perbedaan budaya antara Indonesia khususnya warga Aceh yang sangat jauh dengan China. Kita dengan mayoritas muslim, sedang China merupakan negara komunis.

Perihal penolakan keikutsertaan China dalam Investasi UEA ini, ungkap Syahyuril sudah disampaikan terhadap Sekda Aceh Singkil, Drs. Azmi. “Bilamana ke Pemda dinilai masih kurang, kita akan sampaikan ke Pemprov dan DPR RI,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penolakan, Kowas-LSG juga hendak membentangkan beberapa spanduk berisi penolakan keikutsertaan China dalam investasi UEA yang dipasang mulai dari di Perbatasan Suro-Subulussalam, Tugu Simpang Kanan, Rimo, Singkil Utara, Bandara Syekh Hamzah Famsuri, Tugu BPD Singkil, Pelabuhan, Kuala Baru dan di Pulau Banyak. (Ramail)

Editor : Donni