Terkait Dugaan Pungli di SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kampar, KPAI Minta Laporkan ke Saber Pungli dan Inspektorat

203

Sumateranews.co.id, RIAU- “Kalau UNBK kan bisa menggunakan sistem C. Artinya kalau sekolah itu punya 50 komputer yang ikut ujiannya 100 siswa maka bisa menggunakan shif,”  jelas Retno Listyarti, M.Si Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) via seluler, saat dimintai tanggapan akan dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan pihak SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kampar melalui Komite sebesar Rp 503.000/siswa secara flat (sama) untuk seluruh siswa guna pembelian komputer untuk pelaksanaan UNBK, Sabtu (22/06/2019).

“Jadi sebenarnya tidak perlu melakukan pungutan pada siswa. Dan dana Bos kan dapat membeli komputer 5 unit setiap tahunnya. Kalau UNBK tidak bisa dilakukan, jangan dipaksakan. Namun kalau sebuah kerelaan orang tua siswa memberikan secara ikhlas dan sesuai prosedur itu bisa saja,” tambahnya.

Tapi kalau jumlah yang diminta oleh pihak sekolah kepada siswa dan atau orang tua didik sama itu namanya pungutan, sebenarnya kalau seperti ini harusnya dilaporkan kepada Saber Pungli aataupun Inspektorat setempat.

“Nanti mereka semua yang akan melakukan proses karena mereka punya tim penyelidikan juga. Saber Pungli Rp 10.000 aja dikejar apalagi ratusan ribu seperti ini. Kalau ke KPAI kan memang tidak bisa melaporkan semacam ini, karena tidak memiliki kewenangan dalam pemeriksaan keuangan melainkan Saber Pungli dan Inspektorat dimana wilayah berada serta Inspektorat Kemendikbud,” jelasnya.

Pihak Komisi Perlindungan Anak (KPAI) sangat prihatin atas peristiwa dugaan pungutan yang sama telah terjadi pada siswa dan atau orang tua didik. ‘’Maka kami menyarankan pihak yang dirugikan untuk dapat melaporkan kepada pihak Saber Pungli dan Inspektorat. Agar ditindak tegas pihak penegak hukum, sehingga peristiwa seperti ini tidak menjadi contoh sekolahan lain dan Presiden buruk dalam dunia Pendidikan.” pinta Retno.

 

Laporan          : Arifin

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here