Terkait Carut-Marut Realisasi DD, Kejaksaan OKU Selatan Bidik Aktor Pelaku Korupsi

0
669
Teks foto: Rehab rumah pribadi yang diduga menggunakan dana DD (tanda panah). (foto: midan)

Sumateranews.co.id, OKU SELATAN- Realisasi dana desa (DD) anggaran 2017 di Kabupaten OKU Selatan merupakan kegiatan yang tujuannya untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Mirisnya realisaai kegiatan juga alokasi anggaran DD melalui swakelola tersebut terdapat banyak temuan dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Sudah berkali-kali tayang di berbagai media juga laporan masyarakat maupun hasil temuan LSM.

Hal itu menjadi sorotan sekaligus memantik upaya aparatur penegak hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan guna membidik siapa aktor pelaku dugaan korupsi atas penyalahgunaan wewenang pengelolaan kegiatan realsasi DD yang terkesan carut-marut.

Kepala Kejaksaan Negri OKU Selatan Edi Ersan Kurniawan,SH M.Hum melalui Kasi Intel Mario Churairo, SH mengaku berterima kasih terhadap masyarakat yang turut membantu mengawasi berlangsungnya pelaksanaan program kegiatan DD serta media dan pegiat LSM OKU Selatan untuk bersinergi dengan TP4d OKU Selatan yang diharapkan menambah referensi sekaligus lebih efektif bekerja dan fokus sesuai dengan mekanisme dan tupoksi yang ada,’’ ujar Mario yang juga ketua TP4d OKU Selatan saat menerima beberapa media dan pegiat LSM di ruang kerjanya, Jumat (5/1).

Menyikapi fenomena banyaknya sorotan media maupun masyarakat terhadap pekerjaan yang dinilai jauh dari harapan standar mutu, institusi Kejaksaan kata Mario akan bersikap dan melakukan langkah penegakan hukum. ‘’Tidak hanya yang terkait DD tapi semua para pihak yang coba bermain-main dengan anggaran dan diduga terindikasi penyalahgunaan wewenang akan kami tindak lanjuti. Namun dalam proses langkah tersebut tentu saja kami menggunakan standar prosedural dan mekanisme ketentuan yang ada,’’ cetusnya.

Lebih lanjut Mario, anggaran DD 2017 terdapat beberapa desa di OKU Selatan berdasarkan atas pemberitaan dan menurut beberapa media massa terdapat kejanggalan terkait kegiatan fisik DD maupun realisasi dana pemberdayaan masyarakat.

Meski pemberitaan bukan termasuk bukti hukum karena bukan pro justisia, namun sambungnya hal ini bisa merupakan sebagai petunjuk bagi aparat penegak hukum untuk mendalami permasalahan, guna menelisik perbuatan korupsi dalam bentuk memperkaya diri atau memperkaya orang lain sehingga merugikan keuangan negara akibat penyalahgunaan wewenang.

Untuk melakukan penelusuran lanjutan sambung Mario Institusi Adhiyaksa tersebut memiliki mekanisme internal. “Dalam hal ini kita terlebih dahulu akan berkoordinasi, karena saya mempunyai atasan maka berdasarkan informasi didapat dari pemberitaan media terkait persoalan DD akan kami kliping, kemudian dibawa ke pimpinan dalam bentuk laporan. Lalu jika nanti kami sudah mendapat arahan beliau, media akan kami berikan informasi lebih lanjut,” tandas Mario.

Sementara itu pewarta, juga aktivis LSM yang hadir saat pertemuan tersebut menanggapi positif dengan tanggapan institusi kejaksaan. ‘’Kita lihat sekaligus mengawal action Kejari OKU Selatan untuk bersikap tegas dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap siapa pun yang terindikasi korupsi menyalahgunakan wewenang,’’ ujar Ibrahim  dari media Purna Polri.

Bastari dari Koran Ampera Post tetap mempercayakan institusi Kejaksaan untuk mengusut dan menjalankan fungsinya.

Diketahui sebelumnya beberapa Media maupun LSM menulis Head Line (HL) diserahkan langsung pada Kejari OKU Selatan, terkait pemberitaan Carut marutnya kegiatan infrastruktur DD 2017. Di antaranya Desa Pilla Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.

Saat Sumateranews.co.id Minggu (7/1), menelusuri fakta di lapangan memang mencengangkan.
Warga Pilla berinisial S meminta namanya tidak dipublikasi membenarkan bahwa mereka mengetahui jika DD tahap satu cair. Kades mulai mengerjakan rehab rumah pribadinya, sedangkan saat itu pengerjaan jalan rabat belum dikerjakan.

Selang dua bulan berikutnya sebut (S) di tengah tengah kegiatan pengerjaan fisik proyek DD, kendaraan roda empat menyusul dimiliki kades. Kedua mobil dan rehab tersebut diduga menggunakan cairnya dana DD.

Laporan           : Asmidan

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article